JombangBanget.id - Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang, KH Moh Roihan Sugondo, menjelaskan bahaya marah dan dengki.
’’Marah dan dengki bisa mengakibatkan dosa besar seperti pembunuhan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (2/12).
Saking pentingnya menghindari marah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sampai berpesan kepada sahabat; Jangan marah, jangan marah, jangan marah!
Seperti dikisahkan dalam Quran Surat Al Maidah ayat 27-31.
Allah SWT mensyariatkan kepada Adam alaihissalam untuk menikahkan anak-anak lelakinya dengan anak-anak perempuannya.
Setiap kali istri Nabi Adam, Hawa, mengandung, lahir dua orang anak yang terdiri atas laki-laki dan perempuan.
Adam menikahkan anak perempuannya dengan anak laki-laki yang lahir bukan dari satu perut.
Konon, saudara seperut Habil tidak cantik, sedangkan saudara seperut Qabil cantik lagi bercahaya.
Maka Qabil bermaksud merebutnya dari tangan saudaranya.
Tetapi Adam menolak hal itu kecuali jika keduanya melakukan suatu kurban; Barang siapa yang kurbannya diterima, maka saudara perempuan seperut Qabil akan dikawinkan dengannya.
Ternyata kurban Habil yang diterima, sedangkan kurban Qabil tidak diterima.
Qabil ahli dalam bercocok tanam, sedangkan Habil seorang peternak.
Habil mengurbankan seekor domba yang gemuk, sedangkan Qabil mengurbankan seikat gandum, tetapi ketika ia menjumpai sebulir gandum yang besar di dalamnya, segera dirontokkannya dan dimakannya.
Dan ternyata api turun, lalu melahap kurban Habil, sedangkan kurban Qabil dibiarkan begitu saja, tidak dimakan api.
Menyaksikan hal itu Qabil marah, lalu berkata, ’’Aku benar-benar akan membunuhmu agar kamu tidak mengawini saudara perempuanku.’’
Maka Habil hanya menjawab, ’’Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.’’
Qabil kemudian membunuh Habil. Meski sebenarnya Habil lebih kuat. Namun karena takut dosa, dia tidak berani menjatuhkan tangannya kepada saudaranya.
Qabil mengambil sebuah barang yang tajam dan mendekat ke arah Habil yang saat itu sedang merebahkan tubuhnya.
Qabil berkata, ’’Hai Habil, kurbanmu diterima, sedangkan kurbanku ditolak, aku benar-benar akan membunuhmu.’’
Habil menjawab, ’’Aku suguhkan kurban itu dari hartaku yang terbaik, sedangkan engkau mengurbankan hartamu yang buruk. Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah hanya mau menerima dari orang-orang yang bertakwa.’’
Qabil marah lalu memukulkan parang kepada Habil.
Habil sempat berkata, ’’Celakalah kamu, hai Qabil. Ingatlah kamu kepada Allah, mana mungkin Dia memberimu pahala dengan perbuatanmu ini!’’
Maka Qabil membunuhnya dan melemparkannya di tanah yang legok, lalu menutupinya dengan tanah.
Abu Darda berkata; ’’Sesungguhnya bila ia merasa yakin bahwa Allah telah menerima salatnya, hal ini lebih ia sukai daripada dunia seisinya. Karena sesungguhnya Allah SWT hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.
Sahabat Nabi Muhammad sallalalhu alaihi wa sallam, Muadz bin Jabal mengatakan; Kelak saat umat manusia seluruhnya dikumpulkan di padang mahsyar, maka terdengarlah suara yang menyerukan, ’’Di manakah orang-orang yang bertakwa?’’
Maka mereka berdiri dalam lindungan Tuhan Yang Maha Pemurah, Allah tidak menutupi diri-Nya dari mereka dan tidak pula bersembunyi.
Orang-orang yang bertakwa menjauhi kemusyrikan dan penyembahan berhala.
Serta ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT, maka mereka berjalan menuju ke surga. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz