Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dua Hari Banjir Landa Kedungbetik Kesamben Jombang

Ainul Hafidz • Minggu, 8 Desember 2024 | 19:08 WIB

 

TIMBULKAN PENYAKIT: Kondisi banjir di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang imbas melubernya Afvoer Watudakon, Sabtu (7/12).
TIMBULKAN PENYAKIT: Kondisi banjir di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang imbas melubernya Afvoer Watudakon, Sabtu (7/12).

JombangBanget.id – Banjir yang datang sejak Jumat (6/12) di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang masih bertahan hingga Sabtu (7/12).

Jalan kampung dan sedikitnya 20  rumah warga masih tergenang.

Pantauan di lokasi kemarin, debit air afvour atau saluran buang Watudakon masih tinggi.

Bahkan hingga meluber ke permukiman setempat. Sejumlah rumah maupun jalan raya masih digenangi air.

Beberapa warga tampak memindahkan perabot yang ada di dalam rumah.

Salah satunya dilakukan Suyono. Air masuk ke rumahnya hingga ke ruang tamu, membuat beberapa perabot rumah tangga dipindah ke tempat yang lebih aman.

’’Karena sudah dua hari belum surut,’’ kata Suyono.

Air masuk ke rumah sejak Jumat (6/12) dini hari. Hingga kemarin, ketinggian air masih 25 centimeter.

Meski sudah dua hari kebanjiran, dia bersama anggota keluarga memilih tetap bertahan.

’’Bagian belakang tidak sampai kebanjiran, hanya di ruang tamu ini saja,’’ ucapnya sembari memindah kursi.

Sementara itu, Kepala Dusun Kedungmacan, Rokim, mengatakan, sedikitnya 20 rumah yang terdampak banjir.

Air masuk hingga ke dalam rumah sejak dua hari terakhir dengan ketinggian yang berbeda. Antarar 20 centimeter hingga 25 centimeter.

’’Rumah yang tergenang semuanya di RT 1, 2 dan RT 3, RW 4,’’ terangnya.

Sampai saat ini sebagian besar warga masih bertahan.

’’Ada juga yang mengungsi ke sanak familinya di luar dusun, tapi tidak banyak. Lebih banyak bertahan,’’ imbuhnya.

Kebutuhan air bersih menurut Rokim, saat ini masih tercukupi. Banjir tak sampai berimbas ke kualitas air bersih wilayah setempat.

’’Insya Allah masih aman, kami tanya ke warga, air sumurnya tidak sampai keruh seperti 2019 lalu,’’ ujarnya.

Kendati begitu, pemerintah desa setempat (pemdes) berencana memberikan bantuan ke warga terdampak.

’’Kami dari pemdes akan memberikan bantuan sosial ke warga Kedungmacan,’’ kata Rokim. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#kedung #banjir #Kesamben #Jombang #afvour watudakon #Kedungmacan