Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

BPBD Jombang Lanjutkan Uji Gas di Sumur Pamsimas Manduro Kabuh, Begini Hasilnya

Ainul Hafidz • Senin, 25 November 2024 | 22:51 WIB

 

BELUM TERTANGANI: Sumur pamsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang yang sempat menyemburkan api.
BELUM TERTANGANI: Sumur pamsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang yang sempat menyemburkan api.

JombangBanget.id – Sudah hampir sepekan, sumur pamsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang rusak setelah menyemburkan api belum tertangani.

Pemkab berencana menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) untuk penanganan.

Baik untuk perbaikan sumur maupun opsi memanfaatkan sumur baru untuk mengatasi kebutuhan suplai air bersih kepada warga terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas menjelaskan, hingga sekarang pemkab rutin mengirimkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pascasumur pamsimas menyemburkan api, Senin (18/11).

Langkah ini dilakukan karena kondisi sumur pamsimas belum bisa dilakukan perbaikan. Sebab, menunggu kajian uji gas terlebih dahulu.

”Jadi teman-teman di lapangan masih melakukan analisa gasnya, sekarang sudah mengalami penurunan tekanan,” katanya dikonfirmasi, Minggu (24/11).

Wiku menegaskan, analisa di lapangan terus dilakukan untuk mengetahui bahaya dan tidaknya kandungan gas di dalam sumur itu.

”Semakin hari semakin berkurang, artinya gas ini terurai,” imbuh dia.

Hasil melakukan koordinasi dengan BPBD Jatim, pihaknya menerima banyak masukan.

”Analisa dari teman-teman potensi gasnya tidak besar, terkecuali kondisi air di sana menjadi asin dan segala macam itu yang berbahaya,” ujar Wiku.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya meminta bantuan alat untuk melakukan uji gas.

”Ada masukan juga kemarin ke ITB (Institut Teknologi Bogor),” ujar dia.

Dijelaskan, pemkab sudah merancang dua opsi. Masing-masing melakukan perbaikan pada sumur pamsimas.

Opsi kedua, memanfaatkan sumur baru program pemerintah pusat yang kini masih dalam proses pengerjaan. Keduanya direncanakan menggunakan dana BTT.

”Jadi, ada plan a memperbaiki sumur dan plan B memakai sumur baru, karena kedaruratan sehingga ada batas waktu,” ujar Wiku.

Opsi itu bakal disampaikan ke Sekdakab Jombang Agus Purnomo.

”Besok (hari ini) kita izin ke pak sekda untuk rapat, pembahasan terkait menggunakan dana BTT. Karena, tahapannya seperti itu,” ujar dia.

Langkah menggunakan dana BTT, menurut Wiku, dilakukan karena keterbatasan anggaran. Baik perbaikan maupun memanfaatkan sumur baru.

”Jadi karena anggarannya tidak ada untuk mengcover itu, sehingga mengarahnya kedaruratan,” tutur Wiku.

Pihaknya juga intens melakukan koordinasi dengan dinas perumahan dan permukinan (perkim) terkait estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan sumur pamsimas.

”Teman-teman perkim sudah menghitung. Untuk kebutuhan perbaikan berapa, atapun memanfaatkan sumur baru ini berapa,” ujar dia.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat.

”Kita butuh segera menangani atas kebutuhan air warga, itu yang kami utamakan,” kata Wiku.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikejutkan dengan munculnya semburan api pada jaringan pipa sumur pamsimas (Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Senin (18/11).

Semburan api sempat memicu kepanikan warga sekitar. Beberepa jam kemudian, petugas BPBD Jombang berhasil memadamkan api.

Belum diketahui pasti penyebab munculnya api. Akibat kebakaran tersebut, sementara sumur pamsimas tidak bisa dioperasikan.

Sehingga aliran air bersih ke rumah-rumah warga mandek. Selama ini air dari sumur pamsimas memenuhi kebutuhan air warga di tiga dusun.

Masing-masing Dusun Guwo, Dusun Gesing, dan Dusun Mato’an.

Selain mengandalkan sumur lain, setiap harinya pemkab melalui petugas BPBD Jombang mengirimkan ribuan liter air untuk warga.

Petugas gabungan BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang terus berupaya mencari tahu penyebab munculnya api serta memperbaiki sumur pamsimas.

Petugas menggunakan gas detektor untuk mengecek indikasi kandungan gas.

Selain itu petugas menggunakan camera hole untuk mengecek kedalaman sumur serta mendeteksi sumber api. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#uji #bpbd #air bersih #opsi #Manduro #Kabuh #Pemkab #warga #Menyemburkan #pamsimas #sumur #Jombang #gas #api #krisis