Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Pentingnya Tenang dalam Segala Situasi

Rojiful Mamduh • Minggu, 24 November 2024 | 14:21 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya tetap tenang dalam segala situasi.

’’Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa,’’ tuturnya mengutip  1 Petrus 4:7.

Bila kita perhatikan banyak kejadian yang memprihatinkan dan mengejutkan, bahkan sampai memakan korban akhir-akhir ini.

Penyebabnya hanya karena perkara sepele, tapi bisa menjadi masalah besar karena tidak bisa menguasai diri dan tenang, sehingga  mudah sekali terpancing emosi.

Akibatnya, karena tidak tenang sering keliru dalam membuat keputusan, sehingga ini berimbas kepada tindakan yang merugikan.

Rasul Petrus menasihati orang percaya saat itu supaya mereka bisa menguasai diri dan tetap tenang di segala situasi supaya dapat berdoa.

Ada dampak yang sangat positif bila kita bisa menguasai diri dan tenang, yaitu bisa berdoa.

Ketika kita dalam posisi tidak tenang, panik, gelisah, emosi, jengkel, marah, galau atau gundah, tentu sulit untuk berdoa.

Masalah, sakit, tekanan, tuntutan pekerjaan, pengaruh lingkungan dan banyak hal yang lain, seringkali menjadi penyebab banyak orang tidak bisa tenang. 

Sampai kapan pun dunia tidak akan pernah memberikan rasa tenang bagi kita.

Karena itu sebagai orang percaya menjadi tenang adalah keputusan kita.

Rasa tenang dalam diri orang percaya tidak ditentukan oleh situasi atau keadaan yang terjadi di sekitarnya.

Sedahsyat apa pun badai gelombang yang menerpa, kitalah yang  bisa membuat keputusan untuk tetap tenang.

Mengapa kita harus selalu tenang?

Firman Tuhan dalam Yesaya 30:15 mengatakan: ’’Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.’’

Dalam tinggal tenang ada kekuatan, karena kita bisa berdoa dan doa itulah yang memberikan kita kekuatan.

Milikilah reaksi dan sikap positif untuk setiap situasi atau masalah yang terjadi. Kuasai diri dan tinggal tenang.

Bila sikap kita positif maka hati dan pikiran kita dipenuhi oleh hal yang berkenan:

"...Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikiranlah semuanya itu..."  (Filipi 4:8).

Selalu berpikiran positif, itulah yang membuat kita tetap tenang, karena kita tahu benar bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, dan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita, karena di dalam Tuhan selalu ada jalan keluarnya.

Kegagalan seringkali kita alami bukan karena kita terlalu lemah atau masalah yang terlalu besar, tetapi karena kita sendiri tidak tenang menghadapinya.

Dalam situasi apa pun, ’’Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut...’’  Yesaya 7:4.

’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tuhan #Renungan Minggu #situasi #GPdI House of Prayer Sawahan #Pentingnya #Tenang #Jombang #pendeta #Petrus Harianto