JombangBanget.id – Pemkab Jombang gerak cepat menindaklanjuti munculnya semburan api pada jaringan pipa sumur pamsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh (18/11) dan dampaknya pada warga.
Kemarin (21/11) pemkab melakukan pertemuan lintas sektor untuk merumuskan langkah-langkah tindak lanjut.
Pertama, fokus pada pengecekan kandungan gas pada sumur, serta pemenuhan suplai air kepada warga terdampak pascasumur pamsimas Manduro tidak beroperasi.
Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas menjelaskan, sudah ada pertemuan lintas OPD menindaklanjuti sumur pamsimas.
Di antaranya dari BPBD, dinas perkim, bappeda, dan Inspektorat Jombang.
Usai melakukan pertemuan, tim bergerak mengecek kondisi sumur di lokasi.
Pertemuan itu fokus membahas pengecekan kandungan gas pada sumur, serta pemenuhan suplai air kepada warga terdampak pascasumur pamsimas Manduro tidak beroperasi.
”Terkait pengecekan kandungan gas, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Jatim, ternyata untuk analisa tentang gas dan segala macam sudah tidak ikut provinsi, melainkan di pusat langsung,” terang Wiku.
Sehingga, sementara ini pihaknya masih mencari alternatif lain. Salah satunya, mencari bantuan alat agar bisa mengetahui jenis gas yang ada di sumur itu.
”Kita akan koordinasi dengan BPBD provinsi, mencari informasi untuk mendeteksi atau analisa jenis gasnya, apakah harus ke pusat atau ke BP Migas (Badan pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi),” ujar Wiku.
Menurut Wiku, setelah timnya melakukan uji ulang menggunakan gas detektor, hasilnya tetap sama.
”Karena setelah kita pakai alat detektor yang kita punya itu tidak banyak perubahan, sampai hari ini (kemarin) masih sama,” tutur dia.
Disinggung terkait penanganan sumur pamsimas, Wiku menyebut penanganan sumur sementara ini berhenti lantaran menunggu hasil uji kandungan gas.
Sebab, pihaknya belum bisa memastikan jenis kandungan gas dalam sumur, apakah berbahaya atau tidak.
”Jadi untuk penanganan sumur menunggu hasil pengecekan gas,” tandasnya.
Terkait permasalahan pasokan air kepada warga, dari hasil pertemuan ada opsi menggunakan sumur pamsimas lain untuk distribusi air bagi warga yang terdampak.
Lokasinya berada di belakang balai desa setempat.
”Jadi ada plan b, di belakang balai desa itu ada sumur lagi sekarang masih dikerjakan. Itu akan menjadi alternatif, dan kami sudah koordinasi dengan dinas perkim,” ujar Wiku.
Hanya saja, suplai air sumur itu sesuai rencana awal program tak sampai ke sambungan rumah warga yang terdampak.
”Sehingga ini butuh penghitungan lagi, karena harus ada tambahan pipa dan sebagainya untuk menyuplai wilayah atas. Ini masih dikaji juga apakah memungkinkan disuplai dari sana,” kata Wiku.
Terpisah, petugas Sub Koordinator Air Bersih dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Madya Pelita N membenarkan terdapat pekerjaan pengeboran sumur pamsimas di belakang balai Desa Manduro.
Pekerjaan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.
Hanya saja butuh pengecekan ke lapangan terlebih dahulu ketika harus menggunakan alternatif itu.
”Jadi kita cek ke lapangan dahulu besok (hari ini) untuk sumur yang baru, kira-kira bisa dipakai atau tidak,” kata Madya.
Sumur baru tersebut hingga kini masih dalam pengerjaan.
”Masih dikerjakan satker, mungkin nanti ada surat dari BPBD, karena ada kedaruratan atau bagaimana, baru kita kirim ke sana (satker) untuk ditindaklanjuti,” kata Madya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikejutkan dengan munculnya semburan api pada jaringan pipa sumur pamsimas (Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Senin (18/11).
Semburan api sempat memicu kepanikan warga sekitar. Beberepa jam kemudian, petugas BPBD Jombang berhasil memadamkan api.
Belum diketahui pasti penyebab munculnya api. Akibat kebakaran tersebut, sementara sumur pamsimas tidak bisa dioperasikan.
Sehingga aliran air bersih ke rumah-rumah warga mandek. Selama ini air dari sumur pamsimas memenuhi kebutuhan air warga di tiga dusun.
Masing-masing Dusun Guwo, Dusun Gesing, dan Dusun Mato’an.
Selain mengandalkan sumur lain, setiap harinya pemkab melalui petugas BPBD Jombang mengirimkan ribuan liter air untuk warga.
Selain itu, petugas gabungan BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang terus berupaya mencari tahu penyebab munculnya api serta memperbaiki sumur pamsimas.
Petugas menggunakan gas detektor untuk mengecek indikasi kandungan gas.
Selain itu petugas menggunakan camera hole untuk mengecek kedalaman sumur serta mendeteksi sumber api. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz