JombangBanget.id - Ustad Agung Bahroni, menjelaskan keutamaan sedikit makan.
’’Imam Ghazali berkata; Selamatnya jasad terletak pada sedikitnya makan, selamatnya ruh dengan sedikitnya dosa, dan selamatnya agama dengan salawat kepada makhluk terbaik Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (20/11).
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa saja yang melaparkan perutnya, maka besar pemikirannya dan pintar hatinya.
Dalam soal makan, Alquran menggarisbawahi agar tidak berlebih-lebihan dan semua makanan harus baik bagi tubuh.
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat al-A’raf ayat 31. Makan dan minumlah kamu dan jangan berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
Nabi bersabda, orang-orang yang terlalu kenyang di dunia akan lapar di hari kiamat.
Nabi juga bersabda; Siapa saja yang banyak makan, maka paling banyak siksanya.
Ini karena setan berjalan melalui aliran darah kita. Sehingga orang yang banyak makan, akan cenderung mengikuti hawa nafsu dan godaan setan.
Rasulullah SAW bersabda: Setan itu berjalan dalam aliran darah keturunan Adam. Maka persempitlah ruang geraknya dengan cara menahan lapar (puasa).
Syekh Nawawi menjelaskan, semua kesenangan di dunia nanti akan dihisab. Sebagaimana disebutkan dalam QS At-Takatsur 8.
Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
’’Kita tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsi makanan,’’ ucapnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda; Berpakaianlah kalian semua, makanlah dan minumlah sekadar mengisi perut, karena sesungguhnya hal itu merupakan satu bagian dari kenabian.
Nabi juga bersabda; Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri.
Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya.
Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.
Makanan dan minuman harus kita sesuaikan dengan aktivitas fisik.
Karena makanan minuman adalah sumber energi. Jika banyak makan dan minum namun sedikit aktivitas fisik, maka energi akan disimpan menjadi lemak.
Lemak ini bisa terus menumpuk dan membuat kinerja organ tidak maksimal.
Sehingga menimbulkan sejumlah penyakit seperti asam urat, darah tinggi, kolesterol dan kencing manis. Semua itu bisa menyebabkan gangguan pada pembuluh darah.
Nah, jika pembuluh darah pecah atau tersumbat di jantung, maka jadilah serangan jantung.
Sedangkan jika pembuluh darah yang pecah atau tersumbat ada di otak, maka jadilah stroke.
Nabi bersabda; Berpuasalah niscaya kamu akan sehat.
Selama puasa, tubuh menyerap energi dari lemak sehingga mengurangi risiko penyakit seperti asam urat, darah tinggi, kolesterol dan kencing manis.
Sehingga secara otomatis juga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz