JombangBanget.id – Munculnya semburan api pada sumur pasmsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang, pada Senin (18/11) terus didalami petugas.
Dari hasil pengujian gas detektor, petugas menyimpulkan ada kandungan gas.
Petugas berencana akan melakukan uji gas kembali untuk menguji tingkat konsistensinya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas mengatakan, setelah melakukan uji gas detektor, indikasi adanya kandungan gas pada sumur pamsimas menguat.
”Jadi, hasil uji detektor kemarin (20/11) ada kandungan gas, tetapi untuk memastikan jenis gasnya apa, ini kami belum bisa menyimpulkan,” kata terang Wiku kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (21/11).
Tim badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) akan melakukan pengujian kembali untuk mengetahui konsistensi kandungan gas tersebut.
”Kita akan lakukan uji detektor lagi, mungkin dua sampai tiga kali lagi untuk mengetahui konsistensi kandungan gas. Karena faktor alam, cuaca dan sebagainya memengaruhi. Sehingga butuh beberapa kali untuk memastikan,” imbuh dia.
Disebutkan, berdasarkan hasil kajian awal menggunakan alat detektor gas, muncul beberapa item.
”O2 (oksigen) rendah hanya 16,7 kibik, lalu CO atau karbon monoksida itu 2, sedangkan H2O atau senyawa karbon dioksida itu 0, serta gas lain melebihi ambang batas,” ujar Wiku.
Selain itu, jika dilihat secara kasat mata, indikasi adanya kandungan gas juga tampak.
”Informasi teman-teman di lapangan, secara kasat mata juga terlihat dan tercium bau gas amoniak,” tutur dia.
Baca Juga: Geger! Jaringan Pipa Pamsipas Desa Manduro Kabuh Jombang Keluarkan Api, Kok Bisa?
Rencananya, uji gas tetap dilakukan. Hanya saja, karena keterbatasan alat, sementara ini belum bisa memastikan jenis gas itu.
”Perlu koordinasi dengan dinas terkait, seperti dinas ESDM provinsi yang punya alat yang memadai serta lebih valid untuk mendeteksi itu,” ujar Wiku.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana menggelar pertemuan lintas sektor.
Selain membahas penanganan pada sumur juga kandungan gas itu.
”Rencana besok (hari ini) rapat dengan dinas perkim, inspektorat, dan bappeda. Bagaimana terkait kelanjutan ini baik untuk perbaikan dan segala macamnya,” tutur dia.
Wiku menegaskan, dropping air bersih untuk warga sampai saat ini terus dilakukan. Dalam sehari pemkab mengirim hingga empat tangki untuk warga terdampak.
”Serta bantuan sarpras berupa tandon air dan jeriken, sekaligus ada bantuan logistik,” kata Wiku.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikejutkan dengan munculnya semburan api pada jaringan pipa sumur pamsimas (Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang, Senin (18/11).
Semburan api sempat memicu kepanikan warga sekitar. Beberepa jam kemudian, petugas BPBD Jombang berhasil memadamkan api.
Belum diketahui pasti penyebab munculnya api. Akibat kebakaran tersebut, sementara sumur pamsimas tidak bisa dioperasikan.
Sehingga aliran air bersih ke rumah-rumah warga mandek. Selama ini air dari sumur pamsimas memenuhi kebutuhan air warga di tiga dusun.
Masing-masing Dusun Guwo, Dusun Gesing, dan Dusun Mato’an.
Selain mengandalkan sumur lain, setiap harinya pemkab melalui petugas BPBD Jombang mengirimkan ribuan liter air untuk warga.
Selain itu, petugas gabungan BPBD dan Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang terus berupaya mencari tahu penyebab munculnya api serta memperbaiki sumur pamsimas.
Petugas menggunakan gas detektor untuk mengecek indikasi kandungan gas.
Selain itu petugas menggunakan camera hole untuk mengecek kedalaman sumur serta mendeteksi sumber api. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz