JombangBanget.id - BPBD Jombang melakukan identifikasi keluarnya api pada pipa sumur pamsimas di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh dengan melakukan uji gas, Rabu (20/11).
Langkah ini dilakukan sebagai dasar untuk melakukan penanganan.
”Jadi, hari ini (kemarin) teman-teman di lapangan melakukan kajian dengan menggunakan alat detektor, melihat potensinya mudah terbakar atau tidak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, hingga sore kajian dengan menggunakan alat tersebut belum rampung.
Sehingga, sementara ini belum bisa memastikan langkah yang akan diambil pemkab.
”Hasil ini akan kami kaji selain untuk laporan juga tindak lanjutnya bagaimana,” imbuh dia.
Diakui, kondisi di lapangan saat ini api sudah padam. Namun demikian, diperlukan uji gas selain untuk memastikan apakah berpotensi muncul api sekaligus langkah penanganan.
”Memang api sudah padam, cuma apakah masih ada potensi yang dikhawatirkan. Makanya identifikasi ini perlu, memastikan api ini apakah karena faktor alam atau yang lain,” ujar Wiku.
Ketika hasil identifikasi sudah ada, menurut Wiku bakal ditidandaklanjuti.
”Akan kita petakan lagi, jadi semua menunggu hasil kajian di lapangan bagaimana,” tutur dia.
Sembari menunggu hasil uji keluar, masih menurut dia, pemkab saat ini sudah mengirim bantuan air bersih kepada warga setempat.
”Jadi kondisi saat ini BPBD tetap membantu pengiriman air untuk memenuhi kebutuan di sana,” kata Wiku. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz