JombangBanget.id – KPU Jombang mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pilkada baik pemilihan gubernur/wakil gubernur dan pemilihan bupati/wakil bupati di kantor KPU Jombang Jl KH Romly Tamin, Selasa (20/11).
Kegiatan yang melibatkan 650 petugas dari PPK, PPS, dan KPPS ini sebagai langkah KPU memastikan kesiapan petugas saat hari H pemungutan dan penghitungan suara pada 27 November nanti.
Kegiatan simulasi mempraktekkan secara riil proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Masing-masing petugas memerankan tugasnya masing-masing di TPS mulai pembukaan, pemungutan dan penghitungan suara. Petugas juga diberikan pemahaman terkait prosedur, tata letak TPS, jumlah petugas, dan pembagian tugas.
Adapun pemilih adalah dari petugas PPS, dan KPPS, sedangkan PPK bertugas memantau dan mengevaluasi jalannya simulasi.
Tak hanya itu, KPU juga menyediakan logistik yang digunakan dalam kegiatan pemungutan dan penghitungan suara.
Turut hadir Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang diwakili Kepala Bakesbangpol Jombang Anwar, jajaran forkopimda, dan Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Timur Eka Wisnu Wardana.
Ketua KPU Jombang Ahmad Udi Masjkur mengatakan, kegiatan simulasi ini bertujuan mengecek kesiapan sekaligus memberikan edukasi kepada petugas pada saat pelaksanaan hari pemungutan dan penghitungan suara.
”Ini juga untuk mengetahui sejauh mana kekurangan dan kesiapan maupun kendala yang ada,” ujar dia.
Kegiatan ini, diharapkan menambah motivasi dan pengalaman bagi penyelenggara pemilu.
”Di kegiatan simulasi ini ada sekitar hampir 650 petugas yang kami libatkan. Ini menjadi ruang edukasi dan ruang penginformasian secara luas agar mereka bisa memotret kondisi TPS dan kondisi penyelenggaraan yang ada di masing-masing wilayahnya,” jelas dia.
Selain itu, simulasi ini juga sebagai ajang mitigasi dan antisipasi terhadap potensi kendala.
”Dengan simulasi ini, kita harapkan, kita bisa menyelenggarakan pemilihan secara tertib dan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang diwakili Kepala Bakesbangpol Anwar menyampaikan beberapa pesan.
Di antaranya, agar kepada PPK, PPS, dan KPPS memperhatikan kegiatan simulasi dengan seksama.
”Simulasi ini merupakan belajar secara nyata, tidak hanya sekadar teorinya tetapi langsung prakteknya. Oleh sebab itu, monggo diperhatikan, diikuti dengan seksama,” jelas dia.
Menurut dia, penyelenggara pemilu harus taat pada aturan yang ada dalam menjalankan tugasnya saat pemungutan dan penghitungan suara.
”Jangan membuat aturan sendiri yang mungkin sangat rawan dikomplain atau digugat oleh pasangan calon. Mudah-mudahan di waktu pelaksanaan tanggal 27 November besok bisa dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim Eka Wisnu Wardana menekankan agar seluruh petugas penyelenggara pemilu memerhatikan dengan detail proses simulasi.
”Saya berpesan kepada penyelenggara agar profesional dalam menjalakan tugas. Karena di Jombang ada 1 juta lebih warga yang menitipkan harapnnya lewat panjenengan,” ujar Eka di sela-sela membuka kegiatan simulasi.
Pihaknya juga menekankan agar petugas selalu menjaga integritas dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
”Mari kita bersama-sama menjaga integritas kita. Ada paslon pilgub dan pilbup, jadi kita wajib memberikan pelayanan secara adil dan merata,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz