Karya: Muhammad Firjon Rizquna Hilmy dkk,
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Begonya remaja zaman sekarang terkadang disebabkan karena cinta, entah itu cinta monyet, cinta lokasi dan yang terbaru cinta virtual.
Di zaman yang serba canggih saat ini banyak aplikasi yang menyediakan berbagai fitur untuk mencari teman di mana saja. Jadi gak perlu ribet kalau mau punya banyak kenalan, tinggal unduh aplikasi langsung dapet.
Yang awal cuma iseng cari kenalan aja tahu-tahu dapet jodoh, kayak Karina ini salah satu contohnya. Ia mengunduh aplikasi yang menyediakan layanan untuk mencari kenalan.
Awalnya, Karina iseng mengunduh aplikasi tersebut lantaran iklannya sering berseliweran dan akhirnya lewat aplikasi tersebut Karina bertemu kenalan yang bernama Jay Alviro.
Karena sering berkomunikasi dan merasa nyaman, Karina dan Jay pun berpacaran secara virtual. Definisi dari ajang coba-coba berakhir menggebu ingin bertemu, apalagi mereka ternyata satu kota.
Alasan itulah yang membuat Karina untuk pindah sekolah agar bisa bertemu dengan pacar virtualnya. Ia berpikiran tidak apa berkorban pindah sekolah asal bukan hati yang harus di korbankan.
Kabar bahwa Karina akan pindah sekolah demi bertemu pacar virtualnya itu tidak luput dari pendengaran saudara sepupunya yang bernama Egi Wijaya.
Dengan langkah kaki yang sedikit tergesa-gesa ia menemui Karina yang sedang duduk di ruang tamu.
’’Rin, serius lo mau pindah sekolah gara-gara cowok virtual lo?’’ Mendengar pertanyaan dari sepupunya itu, entah kena pelet atau bagimana, Karina menganggukkan kepala. Reaksi dari Karina itu membuat Egi semakin geram.
’’Gue nggak habis pikir sama lo, lo cantik, banyak duit dan lo bisa dapat cowok ganteng di dunia riil, Rin. Kenapa malah memilih masuk dunia virtual-virtual segala.’’
Karina mengendikkan bahu cuek. ’’Terlanjur nyaman.’’ Jawaban Karina tersebut semakin membuat Egi jengkel. Setelah mengatakan itu, Karina memilih untuk beralih memainkan ponselnya membuka apikasi mengetik pesan untuk pacar virtualnya.
Hari yang ditunggu telah tiba, Karina sudah bisa pindah ke SMA Cempaka. Setelah menemui kepala sekolah, Karina menunggu bel dengan duduk di kursi dekat koridor.
Menyaksikan siswa yang berlalu lalang, tak jarang pula ia melihat beberapa cowok yang memperhatikanya secara terang-terangan.
Maklumlah, di sekolahnya yang lama Karina termasuk salah satu siswi yang diidolakan, hingga hal tersebut sangatlah wajar menurutnya.
’’Jay!’’ Spontan tubuh Karina tegak membeku. Tak ingin melewatkan momen, Karina menegakkan kepala mencari sumber suara yang ia dengar.
Seorang cewek berambut pendek terlihat cerdas dan karismatik mengejar seorang cowok dengan memanggil nama Jay.
Matanya mengawasi sepasang siswa yang baru saja lewat didepannya. Perasaan Karina mendadak tidak karuan, apakah siswa yang tadi dilihatnya benar-benar pacar virtualnya?
Bel berbunyi. Seorang guru perempuan mendekati Karina dan memintanya agar mengikutinya menuju kelas barunya yaitu kelas XI IPA 2.
Sesampainya di kelas, guru tersebut meminta Karina untuk memperkenalkan dirinya.
’’Hai! Gue Karina Nailil pindahan dari SMA Galaksi, panggil aja Karina.’’
Setelah memperkenalkan diri, Karina dipersilahkan duduk.
Alangkah terkejutnya, ia melihat sepasang siswa yang di lihatnya tadi ternyata sekelas dengannya.
Cewek berambut pendek ternyata bernama Alina, ia berjalan menuju meja cowok yang ia sebut Jay.
Menatap buku Jay yang terbuka di atas meja. ’’Pacar gue bego banget sih! Harusnya di sini hasilnya pecahan ini negatif Jay!’’ Terang Alina menggelengkan kepalanya.
’’Ngapain pacarin gue? kalau gue bego!’’ Balas Jay dengan sewot. ’’Nggak gitu sayang.’’ Ucap Alina membujuk pacarnya yang ngambek. Runtuh sudah dunia Karina, hatinya pecah berkeping-keping.
Hubungan virtual itu sangat menyakitkan dan tak seindah yang ia bayangkan. Diberikan banyak harapan, ditawari kepastian, namun ditampar sebuah kenyataan yang menyakitkan. Mengetahui fakta bahwa di riil life Jay telah memiliki pacar.
Benar-benar keterlaluan si Jay-Jay itu bermain api kepadanya dan menjadikannya selingkuhan. Dia merasa menjadi cewek bodoh sekarang. Karena kejadian itu, terhitung sudah satu minggu Karina tidak berkomunikasi dengan Jay melalui aplikasi itu. Lebih tepatnya Karina memilih menjauhi Jay.
Namun, Jay tak gentar mengirimkannya chat walaupun tidak ada satu pun pesan yang dibalas. Bahkan cowok itu menyebut Karina jahat karena menjadikannya korban ghosting. Tetapi kenyataannya, Jay jauh lebih jahat menyakiti hatinya.
Editor : Ainul Hafidz