Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Saluran di Banjardowo Jombang Ditutup Tanah Uruk, Warga Waswas Ancaman Banjir

Ainul Hafidz • Rabu, 13 November 2024 | 01:38 WIB

 

JADI SUMBATAN: Saluran buang di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang ditutup tanah untuk dijadikan akses pengurukan lahan.
JADI SUMBATAN: Saluran buang di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang ditutup tanah untuk dijadikan akses pengurukan lahan.

JombangBanget.id – Aktivitas pengurukan lahan di Desa Bandardowo, Kecamatan Jombang dikeluhkan warga.

Pasalnya, warga khawatir kegiatan pengurukan bakal memicu banjir lantaran menutup saluran buang (afvoer) untuk dijadikan akses keluar masuk kendaraan pengangkut material. 

Pantauan di lokasi, saluran buang berada di pinggir jalan kabupaten salah satu titiknya sudah tertimbun tanah.

Lebarnya hampir 4 meter. Ditutupnya saluran itu lantaran dipergunakan sebagai akses mobilisasi kendaraan pengangkut material proyek.

”Sudah hampir dua bulan sungai itu ditutup, kami awalnya menduga hanya dipakai untuk pengurukan saja,” kata salah satu warga setempat yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (11/11).

Dalam perjalanannya, pekerjaan terus berlanjut dan saluran tetap dibiarkan tertutup.

”Malah dijadikan akses keluar-masuk material bangunan ke dalam. Ada kemungkinan ini masih lama,” imbuh dia.

Sedangkan saat ini sudah memasuki musim hujan. Warga khawatir, tertutupnya saluran itu berdampak ke lingkungan sekitar.

”Di wilayah sini ketika penghujan air tinggi, karena sungai itu langsung dari Tunggorono. Takutnya air luber dan banjir,” ujar dia.

Meski di bagian bawah terdapat semacam gorong-gorong, menurut dia, ukurannya sangat kecil. ”Itu cocoknya buat saluran rumah tangga,” tutur dia.

Keluhan itu juga sudah disampaikan warga ke aparatur desa setempat.

”Sudah komunikasi ke RT dan RW, kami tidak bermaksud menghalangi proyek. Silakan dilanjutkan, tetapi jangan menghambat aliran sungai,” kata dia.

Sementara itu Kades Banjardowo Syamsudin Arief mengaku sudah menerima keluhan warga. Pihaknya juga sudah menindaklanjuti itu ke pihak kontraktor proyek.

”Iya, di sana ada aktivitas pengurukan untuk perumahan, keluhan warga juga sudah kami tindak lanjuti,” kata Arief.

Hasil tindak lanjut itu menurut dia, saluran yang ditutup bakal segera dibongkar.

”Sudah kami tegur, karena kemarin belum ada air. Sedangkan sekarang musim hujan, kami tegur, paling tidak satu atau dua hari dibongkar,” imbuh dia.

Keterangan dia terima, untuk sementara pihak pelaksana menunggu alat berat.

”Tetap akan dibongkar, sekarang nunggu beckhoe,” kata Arief. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#saluran #warga #ditutup #Jombang #tanah uruk #Dikeluhkan #banjardowo