Sore yang redup membawa mendung
Angin dingin menyapu tangis
Terdiam menatap gelap di sana
Memberi tenang yang sementara
Awan gelap dambaan manusia kuat
Yang selalu ingin jatuh bersama langit
Membawa segala resah di kepala
Sejenak menikmati syukur yang ada
Baca Juga: Puisi: Hujan
Jadilah kuat untuk dirimu sendiri
Meski tak ada rumah untuk kembali
Meski tak ada telinga yang peduli
Tenang, awan gelap datang membawa tenang
Karya: Chandraana Dhianaulia, dkk.
Mahasiswa Prodi Psikologi Islam Semester 1, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Editor : Ainul Hafidz