JombangBanget.id - Ustad Muhammad Nur Iskandar dari PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, menjelaskan amal yang bisa membuat dicintai oleh Allah SWT.
’’Amal wajib membuat kita tidak dimurkai oleh Allah SWT. Amal sunah membuat kita dicintai oleh Allah SWT,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (5/11).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman; Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya.
Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan baginya.
Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunah sehingga Aku mencintainya.
Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.
Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.
Maksud Allah SWT menjadi pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya yakni orang itu tidak mendengar, melihat, melakukan sesuatu dan melangkahkan kaki kecuali kepada hal-hal yang diridai oleh Allah SWT.
’’Maka kita harus berusaha melaksanakan yang wajib dan menambah yang sunah,’’ ucapnya.
Salat wajib lima waktu dilaksanakan. Sebisanya ditambah dengan salat-salat sunah seperti qabliyah dan bakdiyah. Salat sunah Duha, witir dan tahajud.
Sedekah wajib seperti zakat dan memberi nafkah keluarga diberikan. Namun ditambah dengan sedekah-sedekah sunah.
Seperti memberi sedekah kepada orang tua, kerabat, tetangga, orang fakir miskin dan anak yatim.
Melaksanakan pekerjaan yang wajib dilakukan seperti kerja mencari nafkah yang halal.
Juga mengisi waktu dengan memperanyak amal sunah seperti membaca Alquran, istigfar, tasbih, tahlil, tahmid dan salawat.
Perintah Allah SWT berupa kefarduan dianalogikan sebagai modal usaha. Sedangkan kesunahan dianalogikan sebagai keuntungan.
Jika seseorang ingin membangun pondasi pahala sebagai bekal di akhirat, maka ibadah wajib menjadi kunci utama.
Namun, ketika seorang muslim ingin mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan porsi pahala lebih, ia tak hanya mengerjakan yang fardu saja, melainkan ditambah dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunah.
Ketahuilah bahwa perintah Allah SWT ada yang wajib dan ada yang sunah. Yang wajib merupakan harta pokok.
Dia adalah modal perdagangan yang dengannya kita bisa selamat.
Sementara yang sunah merupakan laba/untung yang dengannya kita bisa meraih kemenangan dan derajat mulia.
Islam sudah memberikan lahan untuk mendapatkan kemenangan dan derajat mulia.
Tak terbatas di waktu tertentu, melainkan dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan dari pagi, siang, sore, dan malam hari.
Ibadah sunah yang mengiringi ibadah wajib akan memberikan dampak besar.
Baca Juga: Binrohtal, Jangan Berharap pada Manusia
Ibadah sunah ini akan sebagai wasilah seorang muslim untuk mendapatkan keuntungan berupa pahala, kemenangan, dan derajat mulia.
Ibadah sunah yang mengiringi ibadah wajib juga bisa menyempurnakan ibadah wajib. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz