Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Jangan Berharap pada Manusia

Rojiful Mamduh • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 15:49 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya berharap hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

’’Berharap pada manusia pasti akan kecewa,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (24/10).

Ini karena hanya kepada Allah SWT semata kita harus menggantungkan harapan.

Seperti ditegaskan dalam QS Al Ikhlas 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Gus Fahmi lalu menyampaikan kisah Ummu Ja'far. Dia termasuk seorang wanita kaya yang dermawan. Ia memberi sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.

Kedermawanan Ummu Ja'far terkenal di kalangan masyarakat. Sampai-sampai dua pengemis buta pun mengetahui hal itu.

Setiap hari, pengemis buta menunggu Ummu Ja'far di pinggir jalan yang biasa dia lalui.

Kedua pengemis buta ini punya harapan dan permintaan yang berbeda dengan ucapan doa yang juga berbeda.

’’Ya Allah, anugerahkan rezeki kepadaku dari kemurahan-Mu,’’ ucap pengemis buta pertama.

’’Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan Ummu Ja'far,’’ kata pengemis buta kedua.

Mendengar ucapan pengemis ini, Ummu Ja'far lantas memberi sedekah kepada keduanya. Ummu Ja'far memberikan dengan nilai yang berbeda.

Kepada pengemis pertama yang mengharap rezeki dari Allah, Ummu Ja'far memberinya uang dua dinar.

Sedangkan untuk pengemis kedua yang mengharap rezeki dari Ummu Ja'far, diberikan dua adonan roti dan ayam bakar yang di dalamnya telah diselipkan uang 10 dinar.

Perbedaan bentuk sedekah ini membuat pengemis buta yang kedua merasa tidak adil. Apalagi, ia tidak menerima sedekah dalam bentuk uang.

Pengemis kedua ini lalu minta kepada pengemis pertama agar roti dan ayam bakarnya ditukar atau dibeli dengan uang dua dinar yang baru didapat dari Ummu Ja'far.

’’Berikanlah uang itu kepadaku lalu ambillah roti dan ayam bakar ini untuk anak-anakmu,’’ ujar pengemis kedua.

Pengemis pertama bersedia menukar uang dua dinar dengan roti dan ayam bakar milik pengemis pertama. Transaksi seperti ini terjadi selama 10 hari.

Setelah 10 hari, Ummu Ja'far kembali menemui pengemis kedua yang mengharapkan rezeki darinya.

’’Apakah kamu puas dengan pemberian kami?’’ tanya Ummu Ja'far pada pengemis kedua.

’’Memangnya apa yang engkau berikan padaku?’’ kata pengemis itu.

’’100 dinar,’’ jawab Ummu Ja'far. ’’Tidak mungkin’’.

Setiap hari engkau memberiku adonan roti dan ayam bakar, lalu aku menjualnya ke temanku dengan harga dua dinar,’’ jawabnya.

Ummu Ja'far merasa terkejut dan menyadari tentang kemurahan Allah SWT pada hamba yang mengharapkan anugerah dari-Nya.

’’Begitulah, dia (pengemis pertama) mengharapkan kemurahan Allah. Maka Allah segera memberinya kehidupan yang serba berkecukupan, meskipun dia sendiri tidak punya niat atau rencana seperti itu,’’ ujar Ummu Ja'far.

Ummu Ja'far pun menegaskan, barang siapa yang mengadukan kefakiran kepada Allah, pasti Allah SWT akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ia juga meyakini bahwa takaran rezeki setiap orang tidak akan tertukar.

Ketika Allah SWT sudah berkehendak pasti akan terjadi dan jika Allah SWT tidak menghendaki pasti tidak akan terjadi. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #pcnu #manusia #masjid #berharap #Binrohtal #polres #Jangan #Jombang