Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal 2.257, Rida Orang Tua

Anggi Fridianto • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 13:06 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

Jombangbanget.id - Saat khotbah di Masjid Annur Satlantas, Polres Jombang, Jumat (11/10), Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan pentingnya meraih rida orang tua.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Rida Allah tergantung rida orang tua, murka Allah juga tergantung murka orang tua,’’ tuturnya.

Allah Subahanau wa Ta’ala berfirman dalam Quran Surat Al Isra 23; Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Gus Hafidz lalu cerita sahabat Nabi bernama Alqamah. Dia seorang sahabat yang sangat taat.

Ia tak pernah melalaikan salat fardu ataupun sunah. Puasa dan sedekah tak pernah terlewat. Namun, di penghujung hayat ia susah mengucap syahadat.  

Saat Alqamah sakit keras, istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah.

Tujuannya memberi kabar bahwa suaminya kritis dan sepertinya sedang menghadapi sakaratul maut.  

Begitu menerima kabar, Rasulullah langsung mengutus ‘Ammar, Bilal, dan Shuhaib untuk menjenguk ‘Alqamah dan mengajarinya mengucap kalimat tuhid, la ilaha illallah.

Namun, lisannya kelu tak bisa berucap.  

Mereka lantas memberitahukan hal itu kepada Rasulullah. Nabi bertanya, ’’Apakah di antara kedua orang tuanya masih ada yang hidup?’’ ’’Ada, wahai Rasul, ibunya. Ia sudah sangat sepuh.’’

   Rasulullah minta sahabat menemui ibunya. Sampaikan, ’’Jika engkau masih kuat, datanglah kepada Rasulullah. Jika tidak, diamlah di rumah. Dan Rasulullah yang akan menemuimu.’’

   Tiba di hadapan ibunda Alqamah, sang utusan menyampaikan pesan tadi. ’’Biarlah aku sendiri yang menemui Nabi. Aku lebih berhak menemuinya,’’ jawab ibunda ‘Alqamah.  

Nabi bertanya, ’’Wahai ibunda Alqamah, jujurlah kepadaku. Jika berbohong, wahyu Allah akan turun kepadaku. Bagaimana keadaan anakmu?’’

Ia menjawab, ’’Wahai Rasul,’’‘Anakku itu rajin salat, rajin puasa, dan banyak sedekah.’’ 

’’Lantas bagaimana keadaanmu kepadanya?’’ ’’Aku tidak suka kepadanya. Karena ia lebih mementingkan istrinya, dan durhaka kepadaku.’’

  Kemudian, Nabi berkata kepada Bilal, ’’Hai Bilal, kumpulkanlah kayu bakar sebanyak-banyaknya.’’   ’’Untuk apa, ya Rasul?’’ sela ibunda Alqamah.  

’’Aku akan membakar Alqamah.’’  ’’Wahai Rasul, dia itu anakku. Hatiku tetap tak tega melihatmu membakar tubuhnya. Apalagi dilakukan di depan mataku sendiri,’’ rajuk ibunda Alqamah.

’’Wahai ibunda Alqamah, azab Allah itu lebih berat dan lebih kekal. Jika kau ingin Allah mengampuninya, maka ridai dia. Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, salat, puasa, dan sedekah Alqamah tidak ada manfaatnya selama engkau masih murka kepadanya,’’ kata Rasulullah.

’’Wahai Rasulullah, di hadapan Allah, para malaikat-Nya, dan seluruh kaum muslimin yang hadir, saksikanlah bahwa aku meridai anakku Alqamah,’’ ikrar sang ibunda.

  Nabi lantas memerintah Bilal untuk pergi melihat Alqamah. Dari luar rumah, Bilal mendengar Alqamah mengucap la ilaha illallah.

Hari itu juga Alqamah mengembuskan napas terakhir. Tersiar kabar kematiannya, Rasulullah pun hadir bertakziyah. Nabi memerintah agar jenazahnya segera dimandikan dan dikafani. Nabi bersama para sahabat lalu mensalati jenazahnya.   Saat pemakaman, Nabi berdiri di pinggir liang kubur dan berpidato; Wahai kaum Muhajirin dan Ansor, siapa saja yang mementingkan istrinya daripada ibunya, maka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia adalah untuknya. Allah tidak akan menerima kebaikan dan keadilannya kecuali ia bertobat kepada Allah, memperbaiki sikapnya kepada ibu, dan berusaha mengejar ridanya. Sesungguhnya rida Allah berada pada rida ibu. Murka Allah juga berada pada murka ibu. (jif/naz) 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Binrohtal #Jombang