JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Madienah, Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya memaksimalkan usia untuk amal saleh.
’’Hidup itu tidak tergantung usianya, tetapi tergantung amalnya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (10/10).
Gus Najib lalu mencontohkan para ulama. Ada yang usianya sangat panjang. Tapi juga ada yang pendek, namun karyanya sangat banyak.
Abu Sujak penulis kitab Taqrib usianya 150 tahun. Zakaria Al Ansori usianya 100 tahun. Imam Ghozali yang menulis Ihya usianya 51 tahun.
Imam Nawawi yang menulis Arbain, Riyadussolihin dan lain-lain usianya 44 tahun.
Imam Ghozali dan Imam Nawawi jika dibandingkan usianya dan karyanya, maka dalam satu hari menulis lebih dari satu lembar.
Para pahlawan di Indonesia usianya ada yang panjang, juga ada yang pendek.
KH M Hasyim Asy’ari 76 tahun. KH Wahab Hasbullah 84 tahun. KH Wahid Hasyim 39 tahun.
’’Bahkan Halim Perdana Kusuma yang namanya diabadikan sebagai nama bandara, usianya hanya 26 tahun,’’ terangnya.
Gus Najib menegaskan, akhir kematian tidak ada beda panjang pendeknya usia. Yang membedakan adalah pengabdian yang diberikan selama hidupnya.
’’Kebaikan yang banyak di usia yang pendek itulah yang disebut berkah,’’ ungkapnya.
Berkah memiliki dua makna. Pertama berkah aktif yakni bertambahnya kebaikan. Kedua berkah pasif yakni kebaikan yang bernilai ketuhanan.
’’Keberkahan itu bisa ada dimana saja dan pada apa saja,’’ terangnya.
Keberkahan bisa pada pakaian, contohnya pakaian Nabi Yusuf alaihissalam yang ketika diberikan kepada ayahnya Nabi Yaqub alaihissalam, maka penglihatannya yang buta langsung bisa kembali melihat.
Gus Najib lalu mencontohkan para sahabat yang mengambil keberkahan dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa salam.
’’Para sahabat berebut sisa air wudu Nabi karena penuh berkah,’’ terangnya.
Para sahabat usai salaman dengan Nabi, maka tidak salaman dengan orang lain sebelum salaman dengan keluarganya.
Agar keluarganya dapat berkah dari tangan yang habis salaman dengan Nabi.
’’Pekerjaan apapun bisa memiliki berkah,’’ terangnya.
Karena memang pekerjaan manusia itu macam-macam. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Allail 4. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
Pekerjaan berkah itu membawa banyak kebaikan. Baik kepada diri, keluarga maupun orang lain. Dia sendiri rajin ibadah.
Keluarganya tenang, sakinah ma waddah wa rahmah. Anak-anaknya saleh-salehah.
Orang lain juga bisa merasakan dampak kebaikan darinya baik langsung maupun tidak langsung. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz