JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan wasiat malaikat Jibril alaihissalam kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Pertama, Nabi Muhammad SAW bersabda; Tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku untuk berbuat baik pada tetangga,’’ tuturnya.
Maksudnya, tetangga rumah bukan tetangga masjid dan bukan tetangga pondok dan bukan tetangga madrasah. Baik tetangga muslim maupun tetangga non muslim.
Saking sering malaikat Jibril berwasiat tentang tetangga, hingga Nabi menyangka bahwasannya Jibril akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris.
Kita diperintah baik kepada tetangga, baik tetangga yang dekat maupun jauh.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Annisa 36. Tetangga yang dekat itu lebih utama daripada tetangga yang jauh.
Cara perhatian kepada tetangga yakni dengan memberi nasihat kepada tetangga tentang agamanya dan membantu tetangga dalam urusan dunianya.
Nabi bersabda; Ketika masak sayur maka perbanyaklah kuahnya dan berilah tetangga.
Suatu ketika Sayidah Aisyah radiyallahu anha tengah mengadakan tasyakuran dengan memotong kambing.
Masakan daging kambing dibagikan kepada tetangga-tetangga terdekat.
Nabi lalu bertanya; ’’Wahai istriku apakah engkau telah membagikan masakan ini kepada si fulan?’’ Aisyah menjawab; ’’Belum! Dia itu seorang Yahudi, dan saya tidak akan mengiriminya masakan.’’
Mendengar jawaban ini, Nabi memerintahkan agar membagikan masakannya kepada Yahudi tadi. ’’Kirimilah! Walaupun Yahudi, ia tetap tetangga kita.’’
Kedua, Nabi bersabda; Tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku untuk berbuat baik dengan perempuan.
Hingga aku menyangka Jibril akan mengharamkan menceraikan perempuan.
Ketiga, Nabi bersabda; Dan tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku untuk berbuat baik dengan para budak.
Hingga aku menyangka bahwasannya Jibril akan menjadikan untuk para budak batas waktu.
Jika telah tiba waktu itu kepada mereka (mereka bisa merdeka dalam waktu itu). Maksudnya pada waktu itu tanpa harus dimerdekakan.
’’Sekarang tidak ada budak. Yang ada adalah pembantu, karyawan dan orang-orang yang khidmah kepada kita. Kepada mereka kita harus berbuat baik,’’ tegas Kiai Cholil.
Keempat, Nabi bersabda; Dan tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang siwak. Hingga aku menyangka siwak itu wajib.
Kelima, Nabi bersabda; Dan tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang salat berjamaah.
Hingga aku menyangka sesungguhnya Allah SWT tidak akan menerima salat kecuali dengan berjamaah.
Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari sempitnya rezeki.
Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal dengan tangan kanan. Melewati jembatan sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.
Keenam, Nabi bersabda; Dan tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang qiyamul lail.
Maksudnya salat tahajud sesudah tidur. Hingga Nabi menyangka sesungguhnya tidak boleh tidur pada waktu malam.
Ketujuh, Nabi bersabda; Dan tiada henti malaikat Jibril berwasiat kepadaku tentang berzikir kepada Allah SWT.
Hingga aku menyangka sesungguhnya tidak akan bermanfaat suatu ucapan kecuali dengan zikir. Maksudnya dengan berzikir kepada Allah SWT.
Atau berbicara dengan dibarengi hati ingat Allah SWT.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.
Jika zikir sudah masuk ke hati, maka setiap ucapan dan tindakan akan dibarengi dengan hati yang ingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz