Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Tiga Perkara Ini Dirahasiakan Allah SWT

Rojiful Mamduh • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:40 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan perkara yang dirahasiakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

’’Allah SWT menyembunyikan tiga perkara dalam tiga perkara,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (10/10).

Pertama, Allah SWT menyembunyikan rida-Nya dalam amal ketaatan kepada-Nya.

Maka jangan memandang remeh kebaikan yang ada di depan mata. Lakukanlah kebaikan sekecil apapun.

Karena kita tidak pernah tahu kebaikan apa yang mendatangkan surga dan rahmat Allah SWT.

Setiap ada kesempatan untuk berbuat baik maka lakukan. Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.

Jangan pilah-pilah, oh ini pahalanya besar, oh ini pahalanya kecil. Sebab kita tidak tahu mana amalan yang diterima.

Ada orang punya amalan besar belum tentu diterima. Bukan berarti kita tidak mau melakukan amalan yang besar.

Lakukan semua kebaikan, masalah urusan diterima tidak diterima itu urusan Allah.

Sebab bisa saja, amalan kecil yang kadang tidak dianggap, ternyata menjadi sebab kita diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Suatu ketika, Imam al-Ghazali menulis kitab. Dulu pena harus dicelupkan dulu ke dalam tinta, kemudian dipakai untuk menulis.

Di tengah kesibukan menulis itu, tiba-tiba datang seekor lalat dan hinggap di mangkuk tintanya. Lalat itu tampaknya sedang kehausan.

Ia meminum tinta itu. Melihat lalat yang kehausan, Imam al-Ghazali membiarkan saja lalat itu meminum tintanya. Lalat juga makhluk Allah yang harus diberikan kasih sayang.

Nah, ketika Al-Ghazali wafat, beberapa hari kemudian, seorang ulama sahabat dekat beliau ketemu dalam mimpi.

Sahabatnya bertanya, ’’Apa yang telah diperbuat Allah SWT kepadamu?’’

Al-Ghazali menjawab, ’’Allah SWT menempatkanku di tempat yang paling baik.’’

’’Apakah karena kealimanmu dan banyaknya kitab-kitab bermanfaat yang telah kau tulis?’’ tanya sahabatnya.

’’Tidak, Allah SWT memberiku tempat yang terbaik, hanya karena pada saat aku menulis aku memberi kesempatan kepada seekor lalat untuk meminum tintaku karena kehausan. Aku lakukan itu karena aku sayang pada makhluk Allah SWT.’’

Kedua, Allah SWT menyembunyikan murka-Nya dalam perbuatan maksiat.

Jangan mengganggap enteng atas kemaksiatan yang telah kita lakukan betapa pun kecilnya.

Sebab bisa jadi Allah SWT sangat murka atas kemaksiatan itu. Hal ini maksudnya agar kita tidak meremehkannya.

Saat berbuat dosa, janganlah engkau memandang besar atau kecilnya maksiat, tapi pandanglah kepada siapa engkau bermaksiat. Yaitu kepada Allah SWT.

Karena bisa jadi Allah SWT sangat marah atas kemaksiatan itu.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka.

Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah.

Ketiga, Allah SWT menyembunyikan para wali-Nya di antara makhluk-Nya. Ini agar kita memuliakan seluruh manusia tanpa membeda-bedakan.

Juga agar kita tidak meremehkan siapa pun dari hamba-hamba-Nya karena mungkin ia adalah waliyullah.

Menyakiti manusia dapat membuat Allah SWT murka, apalagi menyakiti kekasihNya.

Orang yang memandang hamba Allah dengan pandangan merendahkan, baik itu pemabuk, penjudi, pezina, maka itu menjadi sebab dia akan direndahkan oleh Allah SWT.

Memuliakan orang lain sejatinya memuliakan dirinya sendiri. Menghinakan orang lain hakikatnya menghinakan dirinya sendiri.

’’Jadilah orang benar tanpa menyalahkan, naiklah tanpa menjatuhkan, jadilah baik tanpa menjelekkan, majulah tanpa menyingkirkan,’’ pesan Gus Fahmi. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tiga #Allah SWT #masjid #Binrohtal #rahasia #polres #Jombang #Perkara