Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Polisi Terjunkan Tim, Soal Elpiji 3 Kilogram di Jombang Langka

Achmad RW • Selasa, 8 Oktober 2024 | 01:52 WIB

 

Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di Jombang jadi atensi pihak kepolisian.
Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di Jombang jadi atensi pihak kepolisian.

JombangBanget.id – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram di Jombang jadi atensi pihak kepolisian.

Sebagai langkah, Polres Jombang sudah menerjunkan tim melakukan penelusuran ke lapangan.

Polisi tak segan memberlakukan tindakan tegas jika menemukan oknum yang melakukan tindakan penimbunan atau pengoplosan elpiji bersubsidi ini.

”Soal kelangkaan elpiji di Jombang, kita sudah melakukan sidak ke sejumlah pasar dan distributor (pangkalan,Red), namun semuanya sudah sesuai pembagian,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.

Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penelurusan di lapangan.

Pihaknya tak akan segan memberikan tindakan tegas kepada oknum yang bermain curang terkait distribusi elpiji 3 kg, misalnya melakukan penimbunan.

”Kalau terbukti melakukan tindakan curang, akan kita tindak tegas,” bebernya.

Disinggung terkait informasi adanya indikasi penjualan elpiji 3 kilogram dalam jumlah cukup besar ke luar daerah, seperti dari Jombang yang dijual sampai ke wilayah Nganjuk misalnya, hal itu akan dilakukan pendalaman oleh tim.

”Kami masih mendeteksi karena informasi awal kan elpiji dijual oleh masyarakat sampai ke luar Jombang. Kami masih melakukan penyelidikkan lebih lanjut,” lanjutnya.

Sementara itu, kelangkaan elpiji 3 kilogram masih terjadi.

Hal ini terlihat dari pengakuan salah satu pengusaha sub pangkalan elpiji di Jl Airlangga, Kapanjen, Kecamatan Jombang yang mengaku diserbu pembeli dari sejumlah kecamatan sekitar lantaran di daerahnya elpiji 3 kg sulit ditemukan.

”Kiriman dari pangkalan sampai sekarang masih sama, tapi yang beli ini banyak, sampai dari Peterongan, Sumbermulyo (Kecamatan Jogoroto) dan Perak itu datang ke sini,” kata Nur Aini Basri, Minggu (6/10).

Menurut Nur Aini, tingginya permintaan elpiji 3 kg sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir.

”Nggak tahu, sudah mau dua bulan ini permintaan naik sampai 50 persen lebih,” kata Nur Aini.

Setiap hari ia mendapatkan kiriman elpiji 3 kg dari pangkalan sebanyak 200 tabung.

Masing-masing 100 tabung pagi hari, dan 100 tabung ketika sore hari.

Dia biasanya mengirim sedikitnya ke 50 toko di area Jombang kota yang selama ini jadi pelanggan. Karena permintaan naik, sehingga ia mengaku bingung harus memenuhi permintaan dari toko.

”Biasanya kirim ke satu toko itu 15 tabung, sekarang nggak tentu, ada yang 8 tabung, terkadang 3 tabung untuk toko-toko kecil,” ujar Nur Aini.

Sebab, dia saat ini juga melayani warga yang datang langsung membeli gas elpiji melon.

Lantaran di beberapa tempat barang kosong.

”Untuk kebutuhan rumah tangga juga banyak yang ke sini, kalau tidak dilayani kan susah, itu belum dibagi untuk toko langganan saya,” tutur dia.

Tak jarang beberapa banyak pembeli harus pulang dengan tangan hampa. Karena barangnya yang kosong.

”Sampai kasihan, ada yang jauh-jauh cari dua tabung nggak dapat,” kata Nur Aini sembari menyebut untuk harga eceran Rp 20 ribu. (riz/fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#langka #Polisi #elpiji #kelangkaan #tim #Terjunkan #elpiji 3 kg #3 kilogram #Jombang #3 kg