JombangBanget.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As'adiyah, Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang, Gus As'ad Nawawi Alhafiz, menjelaskan pentingnya meneladani Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Kita harus mencontoh Rasulullah dalam segala hal. Termasuk dalam hal memaafkan orang lain,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (4/10).
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita meneladani Rasulullah. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Al Ahzab 21.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Mengikuti dan meneladani Rasulullah merupakan bukti kita cinta kepada Allah SWT.
Sebagaimana ditegaskan dalam Quran Surat Ali Imron 31.
Katakanlah Muhammad: ’’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Gus As’ad lalu cerita, kala orang kafir Quraisy yang dikomando Abu Jahal dan Abu Lahab menggelar sayembara.
Siapapun yang bisa membunuh Nabi Muhammad SAW akan diberi hadiah seratus unta jantan yang gemuk-gemuk.
Da’sur lantas mengacungkan tangan tanda siap. Dia lantas memburu Nabi.
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW sedang terlelap sendirian di bawah pohon. Da'sur datang menghampiri.
Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang telah mengilap terayun-ayun tepat di atas kepala beliau.
’’Siapa yang akan melindungimu sekarang?’’ tanya Da'sur kepada Rasulullah.
Dengan tenang dan percaya diri, Rasulullah SAW menjawab, ’’Allah.’’
Mendengar itu, Da'sur tersentak, tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya lepas dari tangan.
Nabi lantas bangkit dan memungut pedang itu. Kemudian menodongkan ke arah Da’sur seraya bertanya; ’’Siapa yang akan melindungimu sekarang?’’ tanya Nabi.
Da'sur menjawab dengan penuh kecemasan, ’’Tidak ada.’’ Nabi menjawab, ’’Ada.’’ Siapa dia? tanya Da'sur. ’’Allah juga yang akan melindungmu,’’ kata Nabi.
Setelah itu, Rasulullah memerintahkan Da'sur pergi dan mengembalikan pedangnya kepada Da'sur yang masih tercengang dengan sikap Rasul.
’’Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!’’ kata Rasulullah.
Da’sur pergi dan keheranan. Belum lama melangkahkan kaki, Da’sur kembali ke arah Nabi dan menyatakan masuk Islam.
’’Dimanapun pasti ada orang yang dengki dan tidak suka dengan kita. Demi menjaga kerukunan dan persatuan kita harus bisa memaafkan,’’ tegasnya.
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Ali Imron 159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz