JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan keutamaan menangis.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Seseorang yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan dimasukkan ke dalam neraka. Seperti tidak mungkinnya air susu kembali ke kelenjarnya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (1/10).
Rasulullah juga bersabda; Tidak ada tetesan yang Allah cintai melebihi mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT.
Kaab Al Ahbar berkata; Allah SWT lebih mencintai air mata yang keluar karena takut kepadaNya dari pada sedekah emas sebesar gunung Uhud.
’’Air mata itu keluar dari hati. Orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT itu tanda hatinya bersih. Orang-orang yang hatinya bersih akan diberi perhatian lebih oleh Allah SWT. Dalam artian doanya akan mudah dikabulkan,’’ terangnya.
Abdullah bin Mas’ud berkata; Suatu ketika Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku; ’’Bacakanlah Alquran kepadaku.’’
Maka kukatakan kepada beliau, ’’Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan Alquran kepada anda sementara Alquran itu diturunkan kepada anda?’’
Maka Nabi menjawab, ’’Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.’’
Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa.
Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), ’’Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS an-Nisa 40).
Maka Nabi berkata, ’’Cukup, sampai di sini saja.’’
Lalu aku pun menoleh kepada Nabi dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.
Sahabat Ustman bin Affan radiyallahu ‘anhu jika berada di kuburan, ia menangis sampai membasahi jenggotnya.
Ketika ditanya penyebabnya dia menjawab; Sesungguhnya Rasulullah bersabda, ’’Sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama dari beberapa persingggahan akhirat. Jika ia selamat maka ia dimudahkan, jika tidak selamat maka tidaklah datang setelahnya kecuali lebih berat.’’
Menangis adalah tanda iman. Nabi bersabda; Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya.
Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang.
Mu’adz radiyallahu’anhu suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu kemudian ditanya sebabnya. Dia menjawab, ’’Karena Allah ‘Azza wa Jalla hanya mencabut dua jenis nyawa.
Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk yang mana?’’
Abu Musa al-Asya’ri radiyallahu’anhu suatu ketika khotbah di Bashrah dan bercerita tentang neraka.
Maka dia menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.
Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah menangis, dan ditanyakan penyebabnya.
Dia menjawab, ’’Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi,’’ ucapnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz