JombangBanget.id - Kelangkaan elpiji 3 kilogram juga dirasakan dirasakan warga di Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Kesamben, Jombang.
Lantaran stok barang terbatas, harga per tabung elpiji 3 kg di tingkat pengecer mencapai Rp 20 ribu.
Salah satuya diungkapkan Rokhim, salah satu pengecer elpiji di Dusun Kedungmacan, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang.
Menurutnya, sejak dua pekan terakhir pasokan elpiji yang diterimanya dari pangkalan berkurang.
”Biasanya dapat kiriman 10 tabung, sekarang kadang dapat tiga tabung saja,” kata Rokhim kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (20/9).
Karena jatah pengiriman elpiji yang diterimanya berkurang banyak, sejak dua pekan terakhir banyak pembelinya harus balik kanan lantaran sudah tidak kebagian elpiji.
Selain itu, harga jual elpiji 3 kg di pasaran juga terkerek naik. Jika biasanya per tabung dijual Rp 18.000, belakangan ini naik.
”Barangnya susah, terakhir jual kemarin Rp 20.000,” kata Rokim.
Hal serupa diungkapkan Dwijan Santoso warga Desa/Kecamatan Plandaan.
Dia juga merupakan penjual eceran elpiji 3 kilogram. Di wilayah setempat rata-rata harganya mencapai Rp 20.000.
”Mungkin barangnya kosong, sehingga ada pun harganya naik,” kata Dwi.
Bahkan, sejak 10 hari terakhir, ia tak lagi bisa melayani pembeli lantaran karena sudah tak lagi mendapat kiriman elpiji 3 kg dari pangkalan.
”Biasanya ada yang kirim ke kios itu tiga sampai empat tabung, sekarang kosong nggak ada sama sekali yang kirim,” ujar dia.
Karena menjual eceran, biasanya Dwi tak menjual dengan jumlah banyak.
”Paling banter 10 tabung. Kemarin cari ke kios lain juga sama, barangnya kosong,” ujar Dwi.
Seperti diberitakan sebelumnya, elpiji 3 kg mulai langka di Kecamatan Jombang. Warga harus menyisir sejumlah kios untuk bisa mendapat elpiji bersubsidi ini.
Begitu dapat, harganya pun dipatok Rp 20 ribu per tabung, padahal biasanya dijual Rp 18 ribu per tabung.
Tidak hanya warga, keluhan juga datang dari pengecer elpiji 3 Kg.
Pasalnya, mereka mengaku sejak dua pekan terakhir pasokan elpiji yang diterima berkurang banyak.
Hal yang sama juga dirasakan warga di Kecamatan Megaluh.
Meski begitu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang menyebut belum menemaukan permasalahan kelangkaan elpiji 3 kg di lapangan.
”Di bidang saya hari ini tadi pantau di.pangkalan elpiji stok aman,” ungkap Kabid Bapokting Dinas Perdagangan Jombang Yustinus Haris dalam pesan tertulisnya yang dikirim ke wartawan (19/9).
Pihaknya menyebut ada tiga pangkalan di wilayah Jombang kota yang dikunjunginya.
Seluruhnya menyatakan kiriman masih aman.
”Ada 3 pangkalan yang tadi dikunjungi di Jombang kota, tiap hari masih ada kiriman 100 tabung elpiji 3 kg dari agen. Besok kita lanjut pantau lagi,” lanjutnya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz