JombangBanget.id - Ustad Hambali menjelaskan keutamaan membeli di tetangga.
’’Membeli kebutuhan sehari-hari di tetangga memiliki dua keutamaan,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas, Polres Jombang, Jumat (20/9).
Pertama, berbuat baik kepada tetangga. Sebagaimana diperintahkan dalam QS Annisa 36.
Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda; Barangsiapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka muliakanlah tetangga.
Memuliakan tetangga yakni dengan membelanjakan uang untuk membantu tetangga.
Kedua, beli di tetangga juga termasuk tolong menolong dalam hal kebaikan.
Sebagaimana diperintahkan dalam QS Al Maidah 2.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Albirru atau kebajikan yakni semua hal yang bermanfaat di dunia. Termasuk membeli dagangan tetangga agar tetangga terbantu ekonominya.
Sehingga tetangga bisa memenuhi kebutuhannya.
Ketiga, mendapatkan pahala sedekah.
Membeli barang milik tetangga dengan harga yang lebih tinggi tidak hanya disebut jual beli tapi naik level menjadi sedekah.
Sehingga tidak hanya terpenuhi fasilitas duniawinya berupa barang, tapi juga mendapatkan kebutuhan ukhrawinya berupa pahala.
Tidak hanya aktivitas mubah tapi sudah masuk dalam tataran ibadah sunah, yaitu sedekah.
Ustad Hambali menjelaskan, keadaan ekonomi nasional menurut badan pusat statistik (BPS), Agustus 2024, mengalami deflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan.
Itu artinya, ada penurunan harga yang bisa dijadikan cerminan dari perlambatan ekonomi nasional.
Dalam kondisi ini, maka sudah saatnya hati kita terdorong untuk melihat nasib ekonomi umat Islam, terlebih para tetangga di sekitar kita.
Jika memang mereka dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan, maka sebagai saudara seiman kita hadir untuk membantu memecahkan problematika dan persoalan yang dialaminya.
Menolong tetangga di kala ekonomi melemah antara lain membeli sesuatu yang mereka jual. Baik untuk komoditas yang kecil maupun yang besar.
Jika tidak semua yang kita butuhkan ada di toko atau warung tetangga, maka kita beli sesuai kebutuhan.
Karena di antara etika bertetangga adalah menolong mereka ketika diperlukan.
Di antara bentuk pertolongan ke tetangga adalah dengan membeli barang daganganya.
’’Banyak manfaat yang didapatkan dari membeli barang dagangan tetangga,’’ ucapnya.
Di antaranya, biaya transportasi lebih irit. Menjalin keakraban dengan tetangga.
Menjadi pahala sedekah. Bentuk bantuan yang luar biasa ke tetangga.
Bentuk usaha menghapuskan kesenjangan ekonomi. Membahagiakan pemilik toko. Serta menyempurnakan keimanan.
Membeli dagangan tetangga merupakan cara membantu yang luar biasa dan cara bersedekah yang istimewa.
Membantu langsung tanpa membeli masih berpotensi menimbulkan perasaan direndahkan, karena akan dianggap orang miskin dan tidak punya apa-apa.
Bersedekah langsung tanpa membeli dagangannya akan menyebabkan perasaan tidak nyaman.
Karena tangan di atas jelas lebih baik dari pada tangan di bawah.
Berbeda dengan membantu tetangga dengan membeli dagangannya, maka tidak ada tangan yang di bawah juga tidak ada tangan yang di atas.
Semua dalam kapasitas yang sama antara penjual dan pembeli, sama-sama membutuhkan.
Gerakan membantu tetangga dengan membeli dagangannya sangat perlu diapresiasi untuk mewujudkan kondisi ekomoni masyarakat yang stabil dan kuat.
Sehingga kita turut andil dalam menghapus kesenjangan ekonomi.
Apalagi kita tahu bahwa tetangga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan berdagang adalah manusia hebat yang tidak menyerah hanya dengan meminta-minta.
Tetangga yang berikhtiar dengan membuka lapak adalah manusia super yang bergerak dan berproses sesuai garis agama.
Membeli dagangan tetangga juga merupakan amal baik yang paling utama dalam pandangan Islam.
Karena dengan membeli dagangannya, tetangga pemilik toko akan senang dan bahagia.
Nabi bersabda: Amal paling utama adalah kamu mendatangkan kebahagiaan kepada saudaramu yang mukmin, atau kamu melunasi utangnya, atau kamu memberi makan roti kepadanya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz