Minggu (15/9) pada Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam di Masjid Agung Madrasatul Quran, Tebuireng, KH Abdul Hadi Yusuf Alhafiz selaku pengasuh menyampaikan pentingnya bermaulid.
’’Maulid bukan hanya memperingati hari lahir Nabi saja. Namun kita juga mengingat sejarah, perjuangan dan akhlak Nabi dalam menegakkan agama Islam,’’ tuturnya.
Beliau cerita, suatu ketika Nabi bertanya, ’’Para sahabatku, tahukah kamu siapakah yang paling agung imannya?’’
Sahabat menjawab malaikat. Nabi berkata, malaikat iman karena menyaksikan Allah SWT.
Sahabat yang lain menjawab imannya para nabi. Rasulullah berkata, para nabi wajar iman karena menerima wahyu.
Sahabat yang lain berkata, iman para sahabat nabi yang agung. Nabi berkata, iman sahabat wajar karena ketemu nabi.
Para sahabat akhirnya tidak punya jawaban.
Nabi lalu meneteskan air mata dan berkata; Orang yang imannya mengagumkan yakni mereka yang beriman kepada saya, percaya kepada saya, tapi mereka tidak mengetahui saya, tidak mengenal saya dan tidak sempat bertemu dengan saya.
’’Mudah-mudahan kita termasuk yang diakui sebagai umat Nabi, sehingga kelak mendapat syafaatnya di akhirat,’’ ucap Gus Didik diamini para hadirin.
Oleh: Ahmad Hafidz, kelas IX Unggulan B, MTs MQ Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz