JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan tujuan peringatan maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Inti peringatan maulid adalah meneladani akhlak Rasulullah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (17/9).
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 21.
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.
Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT.
Yang paling dipuji oleh Allah SWT dari diri Rasulullah yakni akhlaknya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Alqalam 4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Rasulullah sendiri menegaskan diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.
’’Nabi bersabda; Kebaikan yang berpahala adalah akhlak yang baik,’’ terangnya.
Akhlak mulia Rasulullah itu tidak hanya ditujukan kepada orang muslim, tetapi juga kepada non muslim.
Bukan hanya kepada orang yang baik kepadanya, tetapi juga kepada orang yang memusuhinya.
’’Bahkan Nabi bersabda; Kelak di akhirat Nabi tidak hanya memberi syafaat kepada orang-orang yang taat. Tetapi juga bagi orang-orang yang maksiat,’’ urainya.
Ketika dilempari orang Toif hingga berdarah, Nabi malah mendoakan mereka.
Padahal malaikat Jibril menawari untuk membumikan mereka. Kepada pengemis buta yang selalu mencaci, Nabi juga selalu menyuapi tiap pagi.
Kepada tetangga yang selalu meludahi, Nabi justru menjadi orang pertama yang menjenguk kala si tetangga sakit.
Sifat Nabi digambarkan di QS Attaubah 128. Nabi sangat tidak tega umatnya menderita. Nabi sangat ingin umatnya selamat.
Nabi juga sangat mengasihi dan menyayangi umatnya.
’’Rouf itu Nabi sayang kepada umatnya yang taat. Rohim itu Nabi sayang dengan umatnya yang tidak taat,’’ terangnya.
Nabi sangat ingin semua umatnya masuk surga.
Orang yang taat Nabi akan masuk surga. Sedangkan yang tidak taat Nabi akan masuk neraka.
Di akhirat kelak, ada orang mengaku umat Nabi.
Namun Nabi menolaknya karena selama di dunia, tidak pernah melaksanakan syariat yang dibawa Nabi.
’’Bukti kita cinta Nabi, kita harus taat Nabi. Bukti taat Nabi, kita harus melaksanakan ajaran Islam yang dibawa Nabi,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz