JombangBanget.id - Wakapolres Jombang, Kompol Hari Kurniawan, mengajak seluruh anggota Polri untuk meneladani akhlak mulia Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Utamanya dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Memperingati maulid Nabi harus menjadi momen refleksi diri, bukan hanya sekadar seremonial tahunan.
’’Kita harus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai spiritual, moral, dan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam setiap tindakan kita. Baik dalam tugas kepolisian maupun di tengah masyarakat,’’ ujarnya, saat peringatan maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (12/9).
Dia juga menekankan pentingnya meneladani Nabi Muhammad dalam menjaga integritas dan profesionalitas.
Hal ini sangat relevan terutama menjelang Pemilukada 2024, dimana Polri harus mampu mengedepankan pelayanan dan pengamanan yang maksimal.
’’Sebagai pelayan publik, kita harus terus meningkatkan kinerja dan menjaga keimanan agar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Pemilukada berlangsung,’’ tandasnya.
Sementara Pengasuh PP Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdul Kholiq Hasan Alhafiz mengajak seluruh peserta untuk meneladani Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan.
’’Nabi Muhammad SAW diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Kita harus menjadikan beliau sebagai teladan dalam setiap langkah kita. Termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Ahzab 21.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT.
Baca Juga: Binrohtal, Ini Manfaat dan Berkah Maulid Nabi
Sebagai suami, Nabi adalah teladan. Nabi selalu memanggil istri dengan panggilan yang menyenangkan.
Nabi memanggil istrinya, Aisyah, dengan ya humaira, wahai wanita yang cantik dengan pipi kemerah-merahan.
Sebagai bapak, nabi selalu menyayangi anak. Nabi sering memeluk dan mencium anak dan cucunya.
Sebagai tetangga, Nabi adalah tetangga terbaik. Setiap pergi ke masjid, Nabi sering diludahi tetangganya.
Namun saat si tetangga sakit, Nabi justru menjadi orang pertama yang menjenguk.
Sebagai pemimpin, Nabi selalu memberikan kebaikan kepada umatnya.
Bahkan membalas kejelekan dengan kebaikan. Juga mendoakan umatnya.
Saat ke Toif, Nabi dilempari hingga berdarah sehingga malaikat Jibril menawari untuk memusnahkan mereka.
Namun Nabi melarang. Nabi justru mendoakan mereka semoga mendapat hidayah.
Ya Allah berilah mereka hidayah, karena sesungguhnya mereka tidak tahu.
Nabi juga pemimpin yang adil, siapa pun yang salah akan dihukum. Sampai-sampai Nabi berkata; Seandainya putriku Fatimah mencuri, niscaya aku potong tangannya.
Nabi selalu luman dengan orang. Saat ada yang memberi uang sekarung, Nabi menyuruh semua orang mengambil sesuai kebutuhan.
Sampai-sampai ketika Fatimah datang sudah tidak uman. Nabi selalu memudahkan dan tidak pernah menyusahkan. (jif)
Editor : Ainul Hafidz