Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Ini Manfaat dan Berkah Maulid Nabi

Rojiful Mamduh • Selasa, 10 September 2024 | 14:07 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, Jombang, KH M Sholahuddin Kariim, menjelaskan manfaat peringatan maulid.

’’Dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam akan tumbuh cinta. Sehingga tergerak meniru Nabi dan kelak di akhirat dikumpulkan bersama Nabi di surga,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (9/9).

Setidaknya ada tiga hal yang pelajari dari pribadi Nabi.

Pertama suroh atau gambaran fisik Nabi.

’’Di antaranya, Nabi bertemu siapa saja selalu wajahnya tersenyum,’’ terangnya.

Kedua siroh atau perjalanan Nabi.

’’13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah adalah bukti nyata perjuangan Rasulullah dengan kegigihan dan ke istiqomahan beliau. Sehingga mmperoleh hasil yang gemilang,’’ urainya.

Ketiga sariroh atau kepedulian sosial Rasulullah.

’’Nabi tidak hanya menebar kasih sayang kepada orang yang seagama, tetapi juga kepada mereka yang berlainan agama. Semoga kita umatnya bisa mencontoh dan meneladaninya,’’ ungkapnya.

Dahulu di Mesir ada orang yang gemar mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW setiap Rabi’ul Awwal. Ia memiliki tetangga, suami istri Yahudi.

Di tengah peringatan maulid, istri Yahudi ini bertanya kepada suaminya, ’’Apa sih yang dilakukan oleh tetangga kita yang muslim ini kok bisa-bisanya ia sampai menghabiskan uang begitu banyak untuk membuat acara semacam ini?”

Sang suami menjawab, ’’Tetangga muslim kita meyakini, pada bulan ini, Nabi dan junjungannya dilahirkan. Mereka membuat acara besar-besaran sebagai bentuk penghormatan sekaligus suka cita atas kelahirannya.’’

Setelah itu, keduanya tidur sebagaimana malam-malam biasanya.

Di tengah tidurnya, istri Yahudi bermimpi. Ia melihat pria rupawan penuh wibawa.

Pria tersebut tiba-tiba masuk ke rumah tetangganya muslim yang penuh sesak kerabat dan sahabat-sahabatnya dalam jamuan besar-besaran.

Mereka memberikan penghormatan dan penyambutan yang luar biasa kepadanya.

Di dalam mimpinya, istri Yahudi itu datang ke tetangganya itu.

Ia menanyakan perihal yang datang itu kepada salah seorang yang ada di dekatnya.

’’Siapakah orang yang rupawan itu?’’  ’’Ini adalah Rasulullah,’’ jawabnya.

’’Beliau berkenan memasuki rumah ini untuk memberikan doa keselamatan bagi penghuni rumah.

Beliau juga mengunjungi mereka sebab mereka telah bersuka cita atas kelahirannya,’’ tambahnya.

’’Apakah aku bisa mengajaknya berbicara?’’ tanya perempuan Yahudi.

’’Tentu,’’ jawab orang tersebut.  Perempuan Yahudi pun mendatangi seraya menyapa. ’’Wahai Muhammad,’’ sapanya.

’’Labbaiki, iya…,’’ Rasulullah menjawabnya. Perempuan Yahudi terheran dengan jawaban Nabi.

’’Engkau menjawab sapaanku dengan ucapan terhormat sementara aku adalah musuhmu. Aku juga bukan orang yang mengikuti agamamu?’’  ’’Demi Dzat yang telah mengutusku menjadi nabi, tidaklah aku menjawab sapaanmu dengan ucapan terhormat kecuali aku telah mengetahui, Allah telah memberikan hidayah-Nya kepadamu,’’ jawab Nabi.

 Betapa kagetnya perempuan Yahudi tersebut mendengarnya.

’’Sungguh, engkau nabi yang mulia. Engkau benar-benar memiliki akhlak luhur. Betapa ruginya mereka yang mengacuhkan dirimu, dan betapa sayangnya mereka yang tidak mengetahui kedudukan muliamu ini.’’

Perempuan Yahudi ini  lantas berucap, ’’Ya Rasulallah, terimalah persaksianku ini, ashadu an la ilaha illa Allah, wa ashadu annaka muhammadun rasulullah. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau, Muhammad utusan Allah.’’

Pagi harinya, betapa kagetnya perempuan tersebut melihat suaminya dengan begitu antusiasnya telah mempersiapkan sebuah jamuan dan acara yang besar.

’’Ada apa ini?’’  ’’Apa yang aku lakukan ini adalah lantaran orang yang engkau telah memeluk Islam disebabkannya semalam,’’ jawab suaminya.

’’Siapa yang memberitahumu atas rahasia yang tak seorang pun mengetahui hal ini?’’ tanya si istri.

’’Aku telah diberitahu oleh orang yang dihadapannya aku telah memeluk Islam setelah engkau. Dialah yang mengenalkan kepada Allah dan mengajak kepada-Nya,’’ jelas si suami. 

Mari kita renungkan, jika seorang Yahudi saja bisa mendapatkan hidayah Allah sebab maulid, maka tentu akan sangat mudah bagi Allah SWT memberikan pertolongannya kepada kita, muslim yang gemar maulidan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#maulid #masjid #Binrohtal #polres #Jombang #manfaat #berkah