Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Sapaan Yesus Mengubah Sikap Zakheus

Rojiful Mamduh • Minggu, 8 September 2024 | 14:03 WIB

 

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya sapaan yang positif.

’’Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata kepadanya; Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu,’’ tuturnya mengutip Lukas 19:5.

Sebuah kisah yang sangat menarik dan menginspirasi yang dicatat dalam Injil Lukas.

Ada seorang yang kaya raya, tetapi badannya pendek, Zakheus namanya. Pekerjaannya menjadi seorang  pemungut cukai pada masa itu.

Dia bekerja pada orang asing, pemerintah Romawi yang saat itu sedang menjajah bangsanya.

Orang menilai dia menjadi antek penjajah, seorang pengkhianat bangsa.

Bahkan Zakheus sering memeras mereka.

Itu sebabnya orang-orang sebangsanya sangat membencinya, begitu benci sampai-sampai mereka tidak sudi mengucapkan namanya, mereka cukup menyebutnya "orang berdosa" (ayat 7).

Rumahnya boleh jadi besar dan megah, tetapi orang tampaknya enggan mengunjunginya.

Tak heran tak ada orang yang peduli dan mau memberinya jalan ketika ia berusaha melihat Yesus.

Ia memutar otak dan menemukan salah satu cara paling unik untuk mendekati Yesus dengan cara memanjat pohon.

Sangat mungkin saat itu orang-orang yang melihatnya menertawakannya.

Bisa jadi Yesus pun kaget, heran dan geli melihat ada orang pendek yang bertengger di pohon.

Namun apa yang terjadi, hal yang tak terduga, Yesus melihat, menyapanya dengan menyebutkan namanya (ayat 5).

Mungkin sudah begitu lama telinga Zakheus tidak mendengar orang menyebutkan namanya dengan ramah.

Bukan hanya itu saja, tapi Yesus juga mau berkunjung ke rumahnya!

Betapa kaget dan melonjak hati Zakheus, dia takjub dan sangatlah suka cita.

Tak heran perjumpaan itu memberikan kesan yang sangat mendalam baginya.

Perhatian dan sapaan Yesus menyentuh dan mengubahkan arah hidupnya.

Zakheus si pendek pemungut cukai yang dibenci orang banyak, mengalami keselamatan.

Zakheus yang kejam diubah menjadi dermawan.

Dia mengembalikan empat kali lipat kepada orang-orang yang pernah diperasnya.

Maukah kita ramah dan menyapa orang lain seperti yang Yesus lakukan?

Bukan hanya mereka yang tidak disukai seperti Zakheus, bisa juga orang yang tidak diperhitungkan di lingkungan kita.

Tetaplah ramah dan sapalah. Kenalilah pribadinya. Hargailah ia sebagai manusia. Hormatilah martabatnya dengan kasih dan ketulusan.

Dan berdoalah agar Tuhan menjamahnya dan mengubahkan arah hidupnya, seperti yang terjadi pada Zakheus.

’’Kasih yang tulus itu menerima apa adanya, menyentuh hati dan mengubahkan hidup. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#yesus #GPdI House of Prayer Sawahan #pajak #sikap #Jombang #Sapaan #pendeta #Petrus Harianto