JombangBanget.id – Kendaraan kontainer yang melintas di jalan ruas Cukir-Mojowarno, Jombang dikeluhkan pengguna jalan.
Selain melintasi jalan yang tidak sesuai peruntukannya, aktivitas kendaraan besar mempecepat kerusakan jalan.
Ukuran kendaraan yang besar juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Pantauan di lokasi, Jumat (6/9) pagi, terlihat kendaraan kontainer nopol L 8969 IX melaju dari arah timur ke barat.
Body kendaraan yang besar dan panjang menjadikan para pengendara sepeda bermotor yang ada di belakang kesulitan mendahului.
Alhasil, terjadi penumpukan kendaraan di belakang mobil kontainer. Kondisi seperti ini disebut warga sudah sering terjadi.
”Kendaraan besar sering lewat sini, padahal sudah ada rambu jalan kelas III, tapi aman-aman saja melintas,” terang Firjaun salah satu warga sekitar.
Menurutnya, selain jalan mudah rusak, kendaraan besar yang melintas juga memakan banyak ruas jalan.
Sehingga menganggu kelancaran pengguna kendaraan yang lain. Terlebih jalur itu ramai, akses pedagang Pasar Cukir.
”Kan kendaraannya besar dan panjang jadi kalau mau mendahului waswas, takut papasan kendaraan dari depan,” bebernya.
Memang jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Kediri. Sehingga banyak dilirik sopir yang ingin mengambil jalan pintas.
”Harapannya mendapat perhatian dari pihak terkait, baik dishub ataupun polisi lalu lintas,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Budi Winarno tak menampik, ruas jalan itu masuk kelas jalan III.
”Secara normatif kendaraan seperti kontainer itu kelas (jalan) I, ngomong penegakan kewenangan teman-teman kepolisian,” kata Budi.
Meski begitu, Budi tak menampik hampir setiap hari kendaraan besar melintas di ruas jalan itu.
Karena akses jalan itu merupakan alternatif dari ruas jalan nasional ke Kediri ataupun sebaliknya.
”Secara normatif kami tidak bisa membatasi, salah satu solusinya kelas jalan ditingkatkan. Artinya (ruas) jalan itu memiliki potensi untuk dikembangkan,” imbuh dia.
Ketika tetap dibatasi, masih menurut dia, bakal berdampak ke arus lalu lintas.
”Karena biasanya kendaraan yang lewat sana mencari alternatif dari jalan nasional, entah untuk efisiensi atau menghindari kepadatan (jalan nasional),” kata Budi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz