Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Berkorban dari Apa yang Dicintai

Rojiful Mamduh • Sabtu, 7 September 2024 | 16:05 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang, KH Moh Roihan Sugondo, menjelaskan pentingnya berkorban dari apa yang kita cintai.

’’Keberhasilan dan surga hanya bisa digapai bila kita mau berkorban sesuatu yang dicintai,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (4/9).

Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Ali Imran 92.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Abu Talhah seorang sahabat Ansor yang paling banyak memiliki harta di Madinah.

Harta yang paling dicintainya adalah Bairuha (sebuah kebun kurma) yang letaknya berhadapan dengan Masjid Nabawi.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sering memasuki kebun itu dan meminum airnya yang segar lagi tawar.

Setelah turun QS Ali Imran 92, Abu Talhah berkata, ’’Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah berfirman: 'Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai' (Ali Imran: 92), dan sesungguhnya hartaku yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha ini, dan sekarang Bairuha aku sedekahkan agar aku dapat mencapai kebajikan melaluinya dan sebagai simpananku di sisi Allah SWT.

Maka aku mohon sudilah engkau, wahai Rasulullah, mempergunakannya menurut apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadamu."

Nabi SAW menjawab melalui sabdanya: Wah, wah, itu harta yang menguntungkan, itu harta yang menguntungkan; dan aku telah mendengarnya, tetapi aku berpendapat hendaklah kamu memberikannya kepada kaum kerabatmu.

Abu Talhah menjawab, ’’Akan aku lakukan sekarang, wahai Rasulullah.’’

Lalu Abu Talhah membagi-bagikannya kepada kaum kerabatnya dan anak-anak pamannya.

Sahabat Umar bin Khattab mengatakan, ’’Wahai Rasulullah, aku belum pernah memperoleh harta yang paling aku cintai dari semua harta yang ada padaku selain bagianku dari ganimah Khaibar. Apakah yang harus aku lakukan terhadapnya menurutmu?’’

Rasulullah menjawab: Tahanlah pokoknya dan sedekahkanlah (di jalan Allah) buah (hasil)nya.

Ketika turun ayat diatas, Ibnu Umar teringat kepada pemberian Allah SWT yang paling ia cintai, yaitu seorang budak wanita Romawi.

Dia lalu berkata, ’’Dia merdeka demi karena Allah. Seandainya aku menarik kembali sesuatu yang telah kujadikan sebagai amal taqarrub kepada Allah SWT, niscaya aku akan menikahinya.’’

Kiai Roihan Sugondo menjelaskan, amal itu juga harus disertai niat yang baik.

’’Banyak amal dunia karena bagusnya niat menjadi amal akhirat. Sebaliknya, banyak amal akhirat menjadi amal dunia karena jeleknya niat,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#masjid #Sumobito #badas #Dicintai #berkorban #Binrohtal #polres #Jombang