JombangBanget.id – Kegiatan karnaval peringatan HUT RI di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Jombang diwarnai aksi tawuran kelompok pemuda.
Belum diketahui pasti penyebab tawuran, termasuk ada tidaknya korban.
Buntut adanya tawuran, acara karnaval dibubarkan lebih awal.
”Kejadiannya sore, waktu karnaval belum selesai, ndak tahu masalahnya apa, tiba-tiba saja tawuran,” ungkap K, salah satu pengunjung yang meminta namanya dirahasiakan kepada Jawa Pos Radar Jombang, (1/9).
Ia menerangkan, semula kegiatan karnaval berjalan lancar.
Suasana seketika mencekam saat rombongan karnaval yang diiringi sound melintas di depan SDN Rejosopinggir.
”Situasinya kacau, pemuda saling lempar, penoton teriak ketakutan, bahkan beberapa ada yang memvideo,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Rejosopinggir Yoyok Supriyanto membenarkan adanya keributan tersebut.
Ia pun belum mengetahui kelompok yang terlibat bentrok.
”Posisinya memang kacau tadi, tidak tahu apakah warga setempat atau ada dari luar juga, karena tidak banyak saya kenal,” ungkapnya.
Yoyok menjelaskan, desanya siang itu memang tengah mengadakan karnaval dan mengundang sejumlah sound untuk mengiringi.
Baca Juga: Desa Mojokrapak Gelar Karnaval Berhadiah Umrah
”Tadi ada 7 blok, 5 sound yang lain jalan kaki dan becak sama anak sekolah, cuma kurang dua sound terus kejadian itu (tawuran) terjadi,” ungkapnya.
Usai kejadian tawuran itu, sejumlah petugas kepolisian dari polsek dan Koramil Tembelang disebut Yoyok sempat membantu mengamankan lokasi.
”Ya akhirnya dihentikan karnavalnya setelah kegiatan itu, dan tidak ada korban,” ungkapnya.
Kapolsek Tembelang Iptu Fadhilah yang dikonfirmasi juga tak menampik kejadian tawuran itu.
”Iya, tadi ada insiden memang, ya mungkin karena salah paham saja,” ungkapnya.
Pihaknya menyebut, tawuran itu akhirnya berhasil diredam dan dibubarkan tak lama setelah berlangsung.
”Langsung dibubarkan, kebetulan ada perangkat desa dan tiga pilar juga tadi. Sampai malam ini, tidak ada laporan adanya korban maupun laporan ke Polsek Tembelang terkait kejadian itu,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz