JombangBanget.id – Belum rampungnya tukar guling TKD Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang terdampak proyek irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) diakui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang.
Saat ini masih tahap melengkapi berkas pelepasan, sebelum nantinya dilanjutkan ke Pemprov Jatim.
Kepala DPMD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto melalui Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa Nursila Cahyaningrum menjelaskan, tahun ini TKD terdampak proyek milik pemerintah pusat itu menyebar empat desa di dua kecamatan.
Masing-masing tiga desa di Kecamatan Jogoroto, yakni Desa Mayangan, Desa Sawiji, dan Desa Jogoroto.
Sedangkan di Kecamatan Diwek hanya di Desa Ngudirejo.
Dari empat desa itu, sementara yang masih berproses tukar guling di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek dan Desa/Kecamatan Jogoroto.
”Karena untuk Desa Mayangan, dan Sawiji sudah mendapat persetujuan gubernur, sementara Desa Jogoroto menuju ke sana (persetujuan Gubernur Jatim), karena dokumen sudah lengkap. Tinggal Ngudirejo saja, sekarang masih melengkapi berkas,” kata Nursila, Rabu (14/8).
Dijelaskan, tahapan tukar guling di Desa Ngudirejo saat ini masih berada di tingkat desa.
Karena ada berkas yang harus dilengkapi. ”Sehingga sekarang belum sampai ke DPMD,” imbuh dia.
Meski tak hafal berkas apa saja, menurut dia, sementara tinggal menyisakan satu desa itu.
”Jadi, ketika berkasnya sudah lengkap, akan kami proses untuk mendapatkan pengantar dan SK bupati terkait izin pelepasan lahan, dan dilanjutkan persetujuan ke gubernur,” ujar dia.
Nursila juga tak hafal luas TKD di desa itu yang terdampak. Berikut area itu sudah mulai digarap pekerjaan proyek, meski tukar guling belum rampung.
”Itu tergantung dari balai (BBWS Brantas), kami belum tahu bagaimana, yang jelas berkasnya masih diproses di desa,” tutur Nursila.
Sedangkan di Desa Jogoroto menurut Nursila, berkas sudah lengkap. Tinggal menunggu persetujuan Pemprov Jatim.
”Yang jelas sekarang tinggal di Ngudirejo saja masih berproses melengkapi berkas,” kata Nursila. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz