Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Orang Baik Pasti Diuji

Rojiful Mamduh • Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:30 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - KH Fathul Bari menjelaskan pentingnya sabar menghadapi ujian.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tanda seseorang dikehendaki oleh Allah SWT jadi orang baik yakni diberi ujian,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (12/8).

Allah SWT berfirman di QS Al Ankabut 2-3.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:

"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, sehingga Allah SWT mengetahui orang-orang yang benar.

Dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Kiai Fathul Bari lalu cerita Sahal bin Abdullah At Tustari.

Dia memiliki tetangga Yahudi yang tinggal di lantai dua, di atas rumah Sahal. Si tetangga tidak pernah menyadari bahwa WC nya bocor dan menetes di rumah Sahal.

Setiap hari, Sahal meletakkan ember besar untuk menampung kotoran yang menetes dari WC tetangganya. Ketika malam tiba, Sahal membuangnya.

Ia memilih waktu malam agar orang lain tak melihatnya, agar tetangganya tidak menjadi malu karenanya.

Hingga suatu hari di tahun 283 hijriyah, Sahal jatuh sakit. Kebetulan saat itu orang Yahudi tersebut bertamu ke rumahnya.

Ia pun melihat ada yang menetes dari arah WC nya. Tetesan itu jatuh ke dalam ember besar milik Sahal.

’’Apa ini?’’ tanyanya dengan nada hati-hati. ’’Itu kotoran dari WC mu yang bocor. Aku membuangnya kala malam tiba. Hal ini telah kulakukan 20 tahun.

Dia tidak pernah menyampaikannya karena menganggapnya sebagai ujian kesabarannya. ’’Allah SWT ingin menguji berapa lama kesabaranku,’’ ucapnya.

Mendengar jawaban Sahal ini, barulah ia menyadari kemuliaan akhlak Sahal.

Tak ada tetangga sepertinya yang betah hidup bertahun-tahun bersamanya.

Maka ia pun menjawab: ’’Wahai Syekh, ini sudah lama sekali. Sedangkan aku hidup dalam kekafiran.

Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.’’

Tetangga Sahal itu akhirnya menjadi saudara seaqidah. Dan tak lama kemudian, Sahal pun berpulang ke rahmatullah.

Kiai Fathul Bari juga cerita dua orang yang membeli tanah. Si A beli tanah kepada si B. Saat si A menggali, ternyata dia menemukan emas tiga kilogram.

Si A memberikan emas itu kepada si B, karena dia merasa tidak membeli emas.

Namun si B tidak mau menerima, karena dia merasa sudah menjual tanah bersama seluruh yang ada di dalamnya.

Keduanya lantas sepakat membawanya ke hakim. Hakim heran karena dua orang itu sama-sama tak mau emas. Padahal orang lain justru berebut.

Ini karena keduanya sama-sama menganggap harta sebagai ujian.

Hakim lantas bertanya apakah keduanya punya anak laki-laki dan perempuan.

Keduanya menjawab punya. Hakim pun memutuskan menikahkan anak keduanya dan memberikan emas itu kepada mereka.

’’Jika kita menganggap semua hal sebagai ujian, maka kita akan bisa bersabar dan mengalah,’’ ucapnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#orang baik #masjid #diuji #Binrohtal #polres #Jombang #tanda