Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Situs Rumah Lahir Soekarno di Ploso Jombang Berantakan

Ainul Hafidz • Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:07 WIB
Situs rumah kelahiran proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia di Rejoagung, Ploso, Jombang  tak terurus.
Situs rumah kelahiran proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia di Rejoagung, Ploso, Jombang tak terurus.

Oleh: Binhad Nurrohmat*)

Situs rumah kelahiran proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia di Rejoagung, Ploso, Jombang  tak terurus. Status lahannya masih milik pribadi warga.

Kondisinya porak-poranda. Akibatnya bisa membuat khalayak ragu kebenaran sejarahnya.

Mengapa rumah bersejarah telantar? Kenapa pemerintah tak membeli atau merawatnya?

Foto udara yang dibuat pada 1947 oleh militer Belanda dan jepretan kamera warga pada 1964 dan 2010 telah mendokumentasikan keberadaan rumah tempat lahir Soekarno itu.

Pada 2013 rumah di ujung gang buntu itu ambruk total. Lokasi bekas bangunannya pernah menjadi kandang kambing dan kandang angsa.

Yang tersisa sekarang sepetak fondasi semen dan bata yang kadang untuk menjemur kasur warga.

Sudah lebih dari setahun warga mengirimkan surat permohonan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jombang.

Warga memohon situs rumah kelahiran Soekarno di Ploso Jombang ditetapkan sebagai benda cagar budaya (BCB).

Penetapan rumah itu sebagai situs cagar budaya masih tertunda antara lain lantaran belum ada surat rekomendasi penetapan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang.

Barangkali juga lantaran faktor lainnya.

Tak hanya Titik Nol Soekarno mencari data sejarah rumah kelahiran Soekarno di Ploso.

Sumbernya dari para warga secara sukarela, ada kalanya mudah atau tak mudah bagi mereka menyampaikan datanya.

Pihak Dinas Dikbud Jombang dan TACB Jombang mendukung Titik Nol Soekarno dan turut pula menggali data dari berbagai sumber.

Menurut saya, data-data primer sudah cukup (arsip, dokumen, foto), apalagi juga dilengkapi data sekunder (cerita tutur masyarakat).

Keluarga Soekarno di Bali, Kediri, Blitar, Jombang dan Jakarta juga sudah diajak komunikasi perihal situs bersejarah di Ploso itu.

Lantas kenapa penetapan situs rumah kelahiran Soekarno di Ploso Jombang belum terlaksana?

Sukar dibayangkan ketika semua data itu tak bisa menjadi dasar menetapkan situs rumah kelahiran Soekarno sebagai cagar budaya.

Misalnya, lantaran lebih menimbang faktor yang tak relevan dalam menetapkan objek sejarah, faktor politik dan keluarga contohnya.

Ilmu sejarah dan sikap ilmiah terhadap fakta sejarah mubazir jika itu terjadi.

Arsip tulisan dan foto, juga cerita tutur masyarakat yang ada, telah memperkuat fakta sejarah Soekarno lahir pada 6 Juni 1902 di sebuah rumah di Rejoagung Ploso Jombang.

TACB Jombang dan Dinas Dikbud Jombang mestinya segera mendorong penetapan rumah kelahiran Soekarno di Ploso Jombang dan kemudian Kepala Daerah Jombang menetapkannya sebagai cagar budaya.

Jika tidak, lantas apa makna semua data itu, apalagi jika lantaran kalah oleh faktor yang tak relevan.

Soekarno milik bangsa kita. Bukan hanya kepunyaaan golongan tertentu, apalagi sebatas milik keluarga.

Hanya akan mempersempit eksistensi dan makna besar Soekarno tatkala menempatkannya dalam sekat-sekat subyektif belaka.

Dinas Dikbud Jombang, TACB Jombang dan Kepala Daerah Jombang tak perlu digurui tentang hal itu. Mereka telah tahu kemestian sikap obyektif menerima fakta sejarah.

Dana memproses ke arah penetapan cagar budaya situs rumah kelahiran Soekarno itu pun tak kecil. Dari anggaran resmi maupun dari biaya sukarela masyarakat.

Bagaimana mempertanggungjawabkan itu semua jika ternyata semua itu "hangus" lantaran tersisihkan oleh urusan yang tak relevan? Dan, yang mesti disadari bahwa ini adalah masalah sejarah, bukan perkara politik dan keluarga.

Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, juga rumah kelahiran Soekarno di Ploso Jombang. Kapan Soekarno lahir pun harus lurus sejarahnya. "Jasmerah", kata Soekarno.

Dinas Dikbud Jombang, TACB Jombang dan Kepala Daerah Jombang pasti mengerti petuah pendiri negara itu.

Saya percaya tak ada yang lupa hal itu, maka tanpa ragu kita semua patut menanti buktinya..

*) Inisiator Titik Nol Soekarno

Editor : Ainul Hafidz
#opini #bung Karno #lahir #seokarno #situs #titik nol #Berantakan #rumah #Jombang #Ploso #Binhad Nurrohmat