JombangBanget.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz menjelaskan pentingnya menghormati orang yang mengajar ngaji.
’’Para guru ngaji itu sangat ikhlas walaupun tidak dibayar. Memuliakan mereka membuat anak-anak kita mulia. Meremehkan mereka membuat anak-anak kita remeh,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (8/8).
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tegaknya dunia dengan empat pilar: Pertama, ilmu ulama.
Kedua, pemerintah yang adil. Ketiga, kedermawanan orang kaya. Keempat, doa orang-orang fakir.
’’Memuliakan guru ngaji itu termasuk memuliakan ilmu ulama,’’ terangnya.
Para ulama adalah pewaris para nabi. Mereka tidak mewarisi harta melainkan mewarisi ilmu.
’’Warisan nabi adalah ilmu. Makanya nabi adalah ilmu. Makanya nabi sangat senang dengan orang yang belajar dan mengajar. Karena itu berarti melestarikan warisan nabi,’’ paparnya.
Contoh orang yang memuliakan guru ngaji kemudian anak keturunannya menjadi mulia sangat banyak.
Salah satunya ayahnya Syaikhona Kholil Bangkalan yang bernama KH Abdul Latif.
Syaikhona Kholil merupakan guru para ulama termasuk gurunya KH M Hasyim Asy’ari.
Kiai Abdul Latif sangat memuliakan para guru anaknya. Tiap panen, semua guru anaknya selalu dikirimi hasil panen.
Alhasilnya, putranya yakni Syaikhona Kholil akhirnya menjadi ulama besar.
Ayah Imam Ghazali juga demikian. Dia seorang fakir yang saleh, hanya mangandalkanan makanan dari hasil tenunan kain wol.
Namun ia rajin berkeliling kepada para penuntut ilmu fikih untuk berkhidmat kepada mereka.
Jika ia mendengar perkataan ulama, ia pun menangis dan berdoa agar putranya juga dijadikan seorang ulama.
Ayah Imam Ghazali juga menghadiri majelis-majelis pengajian ulama.
Jika ia mendengar nasihat di majelis itu, ia menangis dan berdoa agar putranya termasuk orang-orang pemberi nasihat.
Akhirnya, doa sang ayah pun terkabul setelah wafatnya. Imam Ghazali akhirnya menjadi seorang yang paling faqih di zamannya dan manjadi panutan.
Sedangkan saudara Al Ghazali, Imam Ahmad, menjadi seorang pemberi nasihat.
Orang-orang yang hadir di majelisnya terlecut untuk selalu melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.
’’Anda semua para polisi adalah pemimpin. Keadilan jenengan semuanya akan menentukan tegaknya dunia,’’ kata Ustad Addin.
Maka jangan sia-siakan kesempatan tersebut.
’’Kesempatan berkontribusi menegakkan dunia akan membuat jasa kita dikenang setelah kita tiada,’’ terangnya.
Sebagaimana para pahlawan yang saat ini jasanya kita kenang.
Memimpin dengan adil juga membuat doa-doa kita dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tiga orang yang doanya tidak tertolak.
Pertama, pemimpin yang adil. Kedua, orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Ketiga, doa orang yang terzalimi. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz