JombangBanget.id – Proses tukar guling sebagian tanah kas desa (TKD) terdampak proyek irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) milik pemerintah pusat belum tuntas.
Di antaranya di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang saat ini menunggu survei Pemprov Jatim.
Kades Ngudirejo Lantarno mengatakan, ada salah satu bidang TKD di desanya terdampak proyek Pariterong.
Luas lahannya TKD mencapai 9.600 meter persegi (M2).
”Seluruhnya berupa lahan pertanian, selama ini ditanami komoditas, padi dan jagung,” terangnya.
Saat ini tukar guling lahan sudah berproses.
”Jadi sekarang masih proses, tanah pengganti sudah ada, musdes juga sudah, termasuk sudah di-appraisal, tinggal nunggu survei tanah pengganti dari Jatim,” kata Lantarno.
Meski masih dalam proses, diakui saat ini area lahan sudah dikerjakan.
Mulai dari pemasangan lantai cor hingga sebagian terpasang U-ditch.
”Sudah tidak bisa ditanami lagi seperti dulu,” kata Lantarno.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto melalui Kabid Bina Pemerintahan Desa Nursila Cahyaningrum membenarkan terdapat TKD terdampak proyek pariterong.
Hanya saja, dia tak sebegitu hafal total berapa desa berikut luas yang terdampak.
Meski demikian, saat ini tinggal menyisakan di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek.
”Jadi masih ada survei, terakhir kemarin di Ngudirejo yang diproses,” kata Nursila singkat dikonfirmasi. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz