JombangBanget.id - Agus Wijaya, kepala pabrik pengolahan bulu ayam CV Aisyah Anugerah Mulia membenarkan aksi protes yang dilakukan warga pada Rabu (31/7) malam terkait dampak bau yang timbul akibat aktivitas produksi perusahaan yang ia pimpin.
”Jadi memang tadi malam ada warga datang ke pabrik, intinya soal keluhan bau produksi,” terang Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Agus tak menampik, dampak bau menyengat yang timbul dari aktivitas produksi pabrik yang dikelolanya itu sejak beberapa hari terakhir.
Pihaknya menyebut, masalah utamanya adalah karena adanya kebocoran pada salah satu bagian saluran pembuangan.
”Jadi kasusnya beda sama yang Mei lalu, yang itu masalah IPAL, sudah selesai. Yang ini bau proses produksi jadi setelah produksi kita lakukan itu ada yang namanya uap air yang keluar,” lontarnya.
Keluarnya uap air sisa produksi itu, diakuinya karena adanya kerusakan pada salah satu pipa pembuangan pabrik.
”Jadi ada pipa, awalnya itu selang kita ganti ke pipa, kemarin memang ada jebol sehingga menyebabkan bau itu,” lontarnya.
Agus juga menjelaskan jika dalam pertemuan itu akhirnya disepakati beberapa poin.
Salah satu yang krusial adalah penutupan sementara operasional pabrik.
”Kita sudah ketemu dan buat surat pernyataan kalau memang terjadi bau ya kita berhenti produksi dulu sampai penanganan bau selesai. Kalau sudah selesai kita mau trial lagi produksi dan kita sosialisasi ke warga Manduro,” tambahnya.
DLH juga disebutnya telah mendatangi lokasi pabrik pada Kamis (1/8) pagi untuk melakukan pengecekan.
Baca Juga: Disepakati Dua Bulan Bau Busuk Harus Hilang, Soal Pabrik Bulu Ayam di Kabuh Jombang Dikeluhkan Warga
”Ini tadi barusan didatangi juga sama DLH. Datang ke pabrik, mereka menyarankan untuk pendampingan. Kalau ada kendala mereka minta dilibatkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum saat dikonfirmasi pada Kamis (1/8) sore menyebut telah memerintahkan timnya terjun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
”Tim sudah saya perintahkan turun, namun laporan belum disampaikan ini,” singkatnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz