JombangBanget.id – Pabrik pengolahan bulu ayam di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang kembali didemo warga, Rabu (31/1) malam.
Ratusan warga ramai-ramai mendatangi lokasi pabrik untuk memprotes dampak bau menyengat yang timbul dari kegiatan produksi pabrik.
Setelah dilakukan mediasi, warga berhasil memaksa pabrik sementara menghentikan aktivitas produksi.
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 19.00, massa mulai berdatangan ke lokasi pabrik yang mengolah bulu ayam menjadi menjadi tepung tersebut.
Kali ini, bukan hanya warga Desa Karangpakis saja yang ikut demo, ada pula ratusan warga dari Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Jombang.
Warga pun menyampaikan tuntutannya di depan pabrik.
”Jadi kami memang datang karena bau produksi bulu ayam ini kembali menimbulkan bau menyengat sejak dua pekan terakhir ini,” ungkap Purnadi, salah satu perwakilan massa dari Desa Manduro.
Karena tak kunjung ada penanganan dari pihak pabrik, kesabaran warga pun habis. Warga pun bersepakat kembali mendatangi pabrik.
”Jadi setelah sempat ramai dan ada mediasi dengan warga Karangpakis waktu itu, agak reda, tapi karena alat baru belum datang, terus dia produksi lagi, akhirnya kumat lagi baunya, dipaksakan memang itu,” lanjutnya.
Aksi warga mendapat pengamanan ketat dari Polsek Kabuh dan Koramil Kabuh.
Pihak perusahaan akhirnya bersedia menemui perwakilan warga untuk melakukan mediasi di dalam pabrik.
Baca Juga: Disepakati Dua Bulan Bau Busuk Harus Hilang, Soal Pabrik Bulu Ayam di Kabuh Jombang Dikeluhkan Warga
Mediasi berjalan alot. Sekitar pukul 22.00, warga akhirnya berhasil memaksa pihak pabrik menghentikan aktivitas produksi.
”Jadi kesepakatannya tadi, intinya dihentikan dulu proses produksi pengolahan bulu ayamnya sampai alatnya datang,” lontarnya.
Kendati demikian, pihak perusahaan disebut Purnaji tak bisa memastikan kapan alat yang disebut akan meredam bau busuk itu datang dan diinstalasi.
”Yang jelas tadi ya sampai datang, selama alat belum bisa dipasang ya tidak boleh beroperasi lagi pabriknya, karena sangat menganggu, apalagi yang di Dusun Guwo, Manduro itu,” lontarnya.
Saat dikonfiramsi, Kapolsek Kabuh AKP Qoyyum Mahmudi membenarkan terkait aksi protes warga terkait aktivitas pabrik pengolahan bulu ayam.
”Ya memang ada warga tadi yang ke perusahaan, namun sudah bisa diselesaikan,” ungkap Qoyyum.
AKP Qoyyum juga tak menampik protes warga terkait dampak bau yang ditimbulkan dari aktivitas produksi pabrik pengolahan bulu ayam.
”Intinya sepakat mulai malam ini pabrik tutup sementara sampai selesai perbaikan dan akan disosialisasi lagi ke warga Manduro,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Mei lalu, sejumlah warga Desa Karangpakis memprotes aktivitas pabrik pengolahan bulu ayam yang menimbulkan bau menyengat.
Dalam proses mediasi, pihak pabrik menyebut ada permasalahan terkait IPAL sehingga memunculkan bau.
Pihak pabrik berjanji memperbaiki IPAL. Kerusakan IPAL juga dibenarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang saat mengecek ke lokasi pabrik.
”Memang sempat terjadi kebocoran pada pipa pembuangan limbah. Namun saat verifikasi lapangan kebocoran sudah diperbaiki, bau yang dirasakan warga juga sudah tidak ada,” terang Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Wasdal Gakkum Yuli Inayati (20/5). (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz