Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Toriqoh, Jauhi Angan-Angan Tanpa Batas

Rojiful Mamduh • Rabu, 31 Juli 2024 | 15:31 WIB
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.
Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Cholil Dahlan.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Dewan Pertimbangan MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya menjauhi panjang angan-angan.

’’Imam Hasan Al-Basri berkata: Barangsiapa yang mengharapkan dunia dan memilih dunia daripada akhirat, maka Allah SWT akan menyiksa dengan enam siksaan,’’ tuturnya.

Tiga siksaan di dunia dan tiga lainnya di akhirat.

Tiga siksaan di dunia yang pertama, berangan-angan tanpa batas. Kedua, sangat rakus tanpa kecukupan.

Serta ketiga, diambil darinya manisnya ibadah. Sehingga dia tidak bisa nikmat ibadah.

Tiga siksaan yang ditimpakan di akhirat. Pertama, ketakutan pada hari kiamat.

Kedua, hisab yang sangat dahsyat. Serta ketiga, penyesalan yang tidak berkesudahan.

Terkait panjang angan-angan, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Kaitan antara manusia, lamunan dan ajal kematian, adalah semisal kematian di sebelah kanan kirinya dan lamunan di depannya.

Sibuk mengejar lamunan di depannya, tiba-tiba kematian datang dan menerkamnya.

’’Kematian bisa tiba kapan saja. Ketika kematian tiba, tidak bisa ditunda dan tidak bisa dipercepat,’’ terangnya.

Baca Juga: Toriqoh, 6 Hal Ketakutan Manusia

Sebagaimana disebutkan dalam QS Al A’raf 34.

Nabi juga bersabda: Banyak orang yang menghadapi hari depan, tapi tidak dapat menyempurnakan.

Dan banyak orang menunggu hari esok, tapi tidak dapat sampai.

Kalau kamu melihat ajal di perjalanannya, maka kamu akan membenci angan-angan dan tipu dayanya.

’’Jangan menunda besok, amal yang bisa dilakukan hari ini. Karena belum tentu usia kita sampai besok,’’ terangnya.

Panjang angan akan menambah empat macam dosa.

Pertama, panjang angan membuat malas ibadah. Bahkan akhirnya meninggalkan ibadah.

Nafsu berkata, ’’Aku akan melakukan ibadahnya nanti karena waktu di hadapanku masih panjang, aku tidak akan ketinggalan.’’ Akhirnya mati tanpa sempat ibadah.

Kedua, panjang angan membuat menunda-nunda tobat. Karena merasa umurnya masih panjang.

Nafsu berkata, ’’Aku akan bertobat nanti, waktunya masih lama, aku masih muda dan pintu tobat masih terbuka. Aku sanggup melakukannya kapan saja aku mau.’’

Sementara dia lupa ajalnya akan tiba pada saat yang tidak ia duga. Sehingga ia meninggal dunia sebelum sempat bertobat.

Ketiga, panjang angan menyebabkan lebih bersemangat mencari kekayaan dan harta dunia daripada berbuat untuk akhirat.

Nafsu mengatakan, ’’Aku takut miskin di masa tuaku, disaat aku sudah tak sanggup lagi berusaha. Maka aku harus mendapatkan harta banyak sekarang.

Baca Juga: Toriqoh, Salat Bisa Mencegah Keluh Kesah

Yang dapat aku simpan untuk berjaga-jaga kalau aku sakit, tua atau jatuh fakir.’’

Ini menggerakkan hati kita cenderung kepada dunia dan terlalu berambisi terhadapnya.

Soal rezeki, panjang angan akan berkata, ’’Apa yang aku makan nanti? Apa yang aku minum nanti? Pakaian apa yang akan aku pakai?

Bagaimana menghadapi musim dingin ini? Bagaimana menghadapi musim panas ini? Padahal aku belum memiliki apa-apa.

Barangkali umurku panjang, maka aku harus mengumpulkan harta banyak-banyak dari sekarang.

Sebab di masa tua nanti saya bakal sangat membutuhkannya dan aku tidak perlu bergantung kepada orang lain.’’

Keempat, panjang angan menyebabkan hati keras dan lupa akhirat.

Berangan-angan hidup lama, membuat kita tidak ingat mati dan lupa kehidupan di alam kubur.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke hati, maka akan selamat dari panjang angan-angan. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#angan #PP Darul Ulum Rejoso #KH Cholil Dahlan #mui #Jombang #Toriqoh #panjang