JombangBanget.id - Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot), bersyukur di Jombang banyak komunitas penyayang anak yatim (KPAY).
Salah satunya, KPAY Roudhotul Mustofa yang menggelar santunan di Musala Roudhotul Jinan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Minggu (14/7).
’’Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; ’’Barangsiapa mengusapkan tangannya di kepala anak yatim pada hari Asyuro', Allah SWT akan mengangkat derajatnya setiap satu rambut satu derajat.’’
Semua santunan yatim yang diniatkan memperingati hari Asyuro pasti mendapat keutamaan tersebut,’’ kata Pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis dan Bilqis 2 PP Darul Ulum Rejoso ini.
Total ada 65 yatim yang disantuni.
’’Luar biasa, mereka bisa rutin menggelar santunan rutin setiap tahun. Ini sudah tahun keenam,’’ ucap ketua DPC Demokrat Jombang sekaligus ketua PSSI dan Perkemi Jombang ini.
Menggelar santunan yatim di bulan Muharram sangat penting. Muharram bulan pertama dalam kalender hijriyah.
’’Dengan menggelar santunan di awal tahun, kita berharap terus diberi rezeki sehingga bisa terus menyantuni sepanjang tahun,’’ urai ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang kelahiran 23 Maret 1975 ini.
Anak-anak yatim yang disantuni pasti bahagia.
’’Dengan membahagiakan orang di bulan Muharram, kita pasti akan dibahagikan Allah SWT sepanjang tahun,’’ ungkap bendahara ikatan sarjana NU (ISNU) Jombang ini.
Nabi Muhammad SAW sejak kecil yatim. Peduli kepada yatim sama dengan peduli kepada Nabi.
Baca Juga: Gus Sentot Apresiasi Ambulans DSD SDS, Bisa Dimanfaatkan Seluruh Area Jombang, Ini Nomor Kontaknya
Makanya kelak di dalam surga dekat dengan Nabi.
’’Dukungan yang saya berikan pahalanya saya niatkan untuk orang tua,’’ beber putra almarhum KH Ahmad Rifai Romly dan Hj Ummu Aiman binti KH Mahrus Aly Lirboyo ini.
Allah SWT menyuruh malaikat membuka pintu neraka bagi orang yang membuat anak yatim menangis.
Serta meminta malaikat membuka pintu surga bagi orang yang membahagiakan anak yatim.
’’Tangisan anak yatim itu menggetarkan arasy,’’ ujar alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz