JombangBanget.id - Koran legendaris Jawa Pos, sebagai induk dari Jawa Pos Radar Jombang, tepat berusia 75 tahun pada 1 Juli 2024.
Dipilihnya tanggal ulang tahun Jawa Pos pada 1 Juli, memang masih menyisakan tanda tanya.
Sebab, surat kabar ini terbit pertama kali bukan tanggal 1 Juli 1949, namun pada Jumat, 24 Juni 1949.
Kemudian, dua hari berikutnya pada Minggu, 26 Juni 1949 malam, ditandai dengan acara pesta seremoni secara meriah dalam sebuah acara resepsi.
’’Setelah mencari di website delpher.nl, saya menemukan jejak awal pendirian koran Jawa Pos ini,” kata Moch. Faisol, salah satu penelusur sejarah Jombang.
Hal ini seperti diberitakan oleh koran Nieuwe Courant edisi Senin, 27 Juni 1949 yang menulis:
Penerimaan Java Post.
Baca Juga: Ini Pemenang Undian Gebyar Pembaca Setia Jawa Pos Radar Jombang Raih Sepeda Motor
Di gedung perbankan yang indah dan luas di Kembang Djepoen di Bank Taiwan sebelum perang, Java Post yang baru didirikan mengadakan resepsi yang luar biasa tadi malam untuk memberikan kesempatan kepada pembaca dan rekan bisnis mengenal manajemen dan staf editorial dari surat kabar harian berbahasa Mandarin-Indonesia yang baru ini.
Setelah sambutan hangat dari direktur dan pemimpin redaksi, para tamu diantar menuju prasmanan yang lengkap, di mana berbagai makanan dan minuman telah siap.
Banyak warga Surabaya yang kami lihat pada resepsi kali ini: Residen van Liere, Walikota Indra Kasoema, tokoh dunia perdagangan dan tak terkecuali rekan-rekan jurnalis pers Surabaya.
Segera terjadi hiruk pikuk yang menyenangkan di berbagai aula.
Para direktur dan staf redaksi Java Post ternyata tuan rumah yang luar biasa, dan tidak ada yang berlebihan dalam membuat tamu mereka senyaman mungkin.
Sungguh, awal yang baik untuk surat kabar harian baru yang berkualitas tinggi.
Semoga para jurnalis Java Post sukses dalam karya barunya.
Semoga kerjasama dengan majalah-majalah lainnya tetap baik, dan semoga Java Post berkembang menjadi salah satu surat kabar Tionghoa-Indonesia terkemuka di Surabaya.
Sementara itu, surat kabar de Vrije Pers pada edisi hari yang sama menulis: Resepsi Java Post.
Beberapa hari ini Jawa Timur kembali mendapat surat kabar harian.
Edisi bahasa Indonesia kini diterbitkan oleh Chinese Daily News dengan nama Java Post.
Tadi malam, pengurus dan redaksi majalah baru itu menerima 166 tamu di gedung kantor Kembang Djepoen.
Jumlah tamu dari seluruh kalangan masyarakat Surabaya yang datang untuk memberikan penghormatan kepada pimpinan Java Post sangat banyak.
Di antara sekian banyak hadirin yang kami lihat antara lain Ketua DPRD Djawa Timoer R. T. Djoewito, Residen A.M. van Liere, Walikota Surabaya Indra Kasoema, Ir. W.A. Spoelstra, Kepala Dinas Promosi Industri, M.P. Bajetto, Kepala R.V.D. di Jawa Timur dan beberapa perwakilan surat kabar dan majalah Jawa Timur lainnya.
Kantor Besar Java Post dan Chinese Daily News dihiasi dengan banyak bunga.
Hadiah untuk anggota termuda di industri surat kabar Surabaya, yang dibuat ulang di ruang resepsi yang nyaman.
Di mana mereka yang berminat disambut dengan mewah oleh tuan rumah.
Jika Java Post ternyata bisa menjadi surat kabar harian yang sama bagusnya dengan yang menunjukkan dirinya sebagai pembawa acara yang lengkap pada saat kelahirannya, maka majalah tersebut bisa disebut sebagai aset bagi Jawa Timur.
Koran Java Post didirikan oleh pengusaha di Surabaya kelahiran Bangka Belitung, The Chung Sen alias Suseno Tedjo.
Awalnya sebagai koran versi bahasa Indonesia dari koran berbahasa China bernama Chinese Daily News.
Java Post kemudian mempunyai gaya tersendiri. Yang beda dari pemberitaan arus utama surat kabar lainnya.
Seperti ditegaskan sejarawan Ravando Lie, Java Post termasuk koran yang kritis di masa itu.
Kemudian berkembang pesat. Dalam waktu lima tahun berikutnya justru mampu mengambil alih koran de Vrije Pers.
Hal ini bisa dijumpai pada pemberitaan koran de Vrije Pers edisi 6 April 1954 yang menulis: Penerimaan Kepemimpinan Baru de Vrije Pers: Dalam rangka pengambilalihan Vrije Pers oleh N.V.
Perusahaan Penerbitan Java Post, manajemen baru menggelar resepsi pada Sabtu malam di gedung Vrije Pers.
Baca Juga: Tasyakuran 1 Dekade Jawa Pos Radar Jombang, Konsisten Konvergensi Media, Optimistis Makin Eksis
Di antara yang hadir banyak pejabat sipil dan militer, termasuk perwakilan Gubernur Djawa Timoer Gondowardojo, Residen R.M. Soeparto dan banyak perwakilan dari dunia pers dan perdagangan.
Beberapa anggota konsulat asing, termasuk Mr H. Menke dari Royal Commission Kerajaan Belanda juga hadir.
Jajaran direksi baru yaitu tuan The Chung Shen dan R. Rachmat Soeriokoesoemo, direktur R.M.A. Ongkowidjojo, presiden direktur Sjarif Hidajat dan Bapak Liem Sik Tjo, komisaris Thio Oen Sik, pemimpin redaksi Java Post bapak F. Sprengers.
Pemimpin redaksi menerima ucapan selamat dari para tamu di acara penerimaan ini.
Tuan Sjarif Hidajat dalam sambutan singkatnya mengatakan, gedung tersebut telah menjadi saksi beberapa peristiwa yang tidak mengenakkan.
Kini setelah seluruh saham berada di tangan warga negara Indonesia.
“ de Vrije Pers kini mengambil karakter nasional, baik secara editorial maupun editorial,” kata Sjarif Hidajat.
Koran ini akan menahan diri dari laporan yang emosional dan sensasional serta fokus pada objektivitas dan kebenaran, keutuhan dan kelayakan bisnis.
Selain itu, kehati-hatian akan diberikan untuk memastikan bahwa komentar memberikan bahan pemikiran bagi pembaca.
Terakhir, Bapak Sjarif Hidajat meminta kepada seluruh hadirin untuk mengucapkan selamat kepada de Vrije Pers agar dapat berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan negara Indonesia.
Dalam penyambutan tersebut, para tamu diberikan kesempatan untuk menyibukkan diri dengan percetakan dan penulisan karya yang sedang berjalan secara penuh.
Semua ini sambil menikmati minuman segar dan banyak makanan ringan.
Sementara di koran de Vrije Pers halaman depan terpasang foto The Chung Shen dan beberapa pengurus lain seperti tertulis:
Pada Sabtu malam, pimpinan baru dan pimpinan redaksi de Vrije Pers, dalam kesempatan serah terima tersebut menerima sambutan di gedung Kaliasin 52.
Baca Juga: Pj Bupati Sugiat Dikukuhkan Jadi Redaktur Kehormatan Jawa Pos Radar Jombang
Resepsi ini sangat penting. Posisi bersukacita dari kiri ke kanan Mr. F. Sprengers, pemimpin redaksi Thio Oen Sik, pemimpin redaksi Java Post Sjarif Hidajat, komisaris The Chung Shen, direktur R. Rachmat Soeriokoesoemo, direktur R.M.A. Ongkowidjojo.
President direktur berjabat tangan dengan Komisaris Liem Sik Tjo yang tidak tampak di foto. (Foto: DRAKULIC)
Perkembangan selanjutnya, nama Java Post berubah menjadi Djawa Pos karena menyesuaikan dengan zaman.
Pada edisi Selasa Legi, 29 Oktober 1974, koran Djawa Pos memberitakan rencana pendirian pabrik karung goni di Jombang.
Seperti tertulis di edisi itu, pabrik karung di Peterongan ini akan berkapasitas 12 juta lembar karung per tahun.
Baca Juga: Kembangkan Bakat dan Potensi Siswa, MAN 1 Gelar Workshop Jurnalistik Gandeng Jawa Pos Radar Jombang
Pemda Kabupaten Jombang telah menyediakan lahan seluas 10.000 hektare untuk menanam rosela (rame) sebagai bahan baku karung goni.
’’Kali ini Djawa Pos mengusung tagline Berlandaskan Pantjasila Mengemban Amanat Penderitaan Rakjat,” lanjut Faisol.
Pabrik itu kemudian dikenal oleh masyarakat Jombang dengan sebutan pabrik Rosela.
Sayangnya, saat ini pabrik itu sudah tutup.
Karena tidak lagi berproduksi setelah kalah bersaing dengan karung plastik atau glangsing. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz