Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

APTI Jombang Klaim Belasan Hektare Tembakau di Utara Sungai Brantas Mati

Ainul Hafidz • Kamis, 4 Juli 2024 | 23:18 WIB
MATI: Salah seorang petani di Kecamatan Plandaan, Jombang tembakaunya mati diguyur hujan.
MATI: Salah seorang petani di Kecamatan Plandaan, Jombang tembakaunya mati diguyur hujan.

JombangBanget.id – Banyaknya tanaman tembakau di utara Sungai Brantas yang mati dibenarkan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang.

Data sementara, diperkirakan luasan tanaman tembakau yang mati mencapai sekitar 15 hektare.

Mayoritas berada di Kecamatan Plandaan, Jombang.

Wakil APTI Jombang Tek Diwanto mengakui, hujan deras yang mengguyur wilayah utara Brantas mengakibatkan sebagian tanaman tembakau rusak.

Khususnya tanaman yang baru saja ditanam.

”Laporan kami sementara di Kecamatan Plandaan yang paling luas, antara 10-15 hektare mati,” kata Tek dikonfirmasi, Rabu (3/7).

Sedangkan wilayah lainnya, lanjut Tek, cenderung aman.

”Di Kabuh, Ngusikan, dan Ploso masih aman, karena tanahnya kering. Malah bisa menambah tingkat kesuburan tanaman,” ujar Tek.

Dampak yang dirasakan di kecamatan setempat menurut Tek, karena banyak faktor.

Salah satunya diperkirakan kesiapan tanam atau saat olah lahan.

”Pertama karena di sana tidak ada saluran atau got, beda di kecamatan lain sudah disiapkan untuk saluran airnya,” tutur dia.

Baca Juga: Imbas Dam Karet Jatimlerek Jombang Jebol, Petani di Desa Ini Beralih Tanam Tembakau

Akibatnya, air menggenang dan berpengaruh ke tanaman.

”Kedua di sana kemarin kalau tidak salah terdampak irigasi Jatimlerek,” ujar Tek.

Kondisi itu membuat persiapan tanam petani tak maksimal.

Awalnya bersiap menanam padi, namun suplai air tak bisa tercukupi imbas Saluran Induk Jatimlerek, sehingga beralih ke tanaman lain.

”Mau tidak mau sekarang harus tanam ulang,” kata Tek.

Sebelumnya, anomali cuaca membuat petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas merugi.

Sebab, banyak tanaman tembakau yang mati lantaran beberapa hari digerojok hujan deras.

Seperti yang dialami petani di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Jombang.

Tanaman tembakau petani yang baru berusia satu bulan mati.

”Hampir mati semua tanaman tembakau di sini. Soalnya beberapa hari hujan deras,” ujar Sukamad salah satu petani, Selasa (2/7).

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengungkapkan, sudah mengidentifikasi sejumlah tanaman tembakau yang mati.

”Kemarin teman-teman sudah meninjau ke lokasi. Memang benar di Kecamatan Plandaan tanaman tembakau banyak yang mati,” katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#hujan #Utara #Tembakau #apti #sungai brantas #Jombang #mati #Plandaan