Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Muhasabah Akhir Tahun

Rojiful Mamduh • Kamis, 4 Juli 2024 | 00:27 WIB

 

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Kecamatan Jogoroto, Jombang, KH M Sholahuddin Kariim, menjelaskan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri.

’’Empat hari lagi kita akan memasuki tahun baru Islam 1446 H. Kita harus introspeksi perjalanan tahun ini agar tahun depan semakin baik,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (1/7).

Tahun baru 1 Muharram 1446 Hijriyah jatuh pada Minggu (7/7).

Sabtu (6/7) merupakan hari terakhir Dzulhijjah 1445 H.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa.

Allah Ta’ala menjadikan kaffarah/terlebur dosanya selama 50 tahun.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Hasyr 18.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Baca Juga: Binrohtal, Tradisi Tabaruk dengan Tahnik

’’Ada tiga hal fundamental yang perlu kita introspeksi,’’ terangnya.

Pertama, sudah sejauh mana prestasi kebaikan, kemanfaatan, ketakwaan kita kepada Allah SWT sepanjang 1445 H.

’’Bila didapati masih ada kekurangan, mari kita perbanyak dan perbaiki amaliyah kita di tahun mendatang,’’ ajaknya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara.

Tentang umurnya, dihabiskan untuk apa.

Tentang masa mudanya, digunakan untuk apa.

Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan.

Serta tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu.

Kedua, terus semangat dan memotivasi diri untuk menjadi lebih baik.

Kaitannya hubungan dengan sesama sebagai perwujudan hubungan horisontal.

Maupun secara vertikal kepada Allah Sang Pencipta.

Hasan Al-Bashri menyatakan, muhasabah akan meringankan hisab di hari akhir.

Sebab, Allah SWT tidak pernah melewatkan satu perbuatan pun melainkan telah tercatat di sisi-Nya.

Baca Juga: Binrohtal, Harta dan Ilmu

Jadi, sebagai apa pun dan di masa apa pun, seorang muslim wajib melakukan muhasabah. Sebelum hari perhitungan benar-benar kita hadapi.

Atas kekurangan ibadah wajib kita qada.

Misalnya pernah tidak puasa Ramadan, maka harus diqada. Pernah tidak salat fardu, maka wajib diqada.

Hak sesama manusia juga harus ditunaikan. Jika mengambil hak orang maka harus dikembalikan.

Utang harus dibayar. Janji harus ditunaikan. Menyakiti atau menzalimi harus meminta maaf dan ridanya.

Ketiga, orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa bisa membawa dirinya pada sesuatu yang bermanfaat.

’’Teruslah berkarya dan beribadah,’’ ajaknya.

Semua aktivitas kita dasari ibadah.

’’Sebab kalau sudah didasari ibadah, maka pada hakikatnya kita dapat dua-duanya. Baik kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan maupun di akhirat,’’ paparnya.

Agar semangat ibadah, kita bisa meniru Ar-Rabi`bin Khaitsam.

Dia menggali lubang seperti kuburan di dalam rumahnya.

Setiap kali ia merasa malas beribadah, ia langsung masuk ke dalam lubang tersebut agar selalu ingat bahwa dirinya suatu saat akan menjadi penghuni kubur.

Sehingga ia bergegas dalam beramal membawa pundi-pundi bekal sebanyak-banyaknya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#doa #Jogoroto #akhir tahun #muhasabah #Binrohtal #Hijriyah #Jombang #awal tahun