Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Makna dan Manfaat Doa Arinalhaq

Rojiful Mamduh • Sabtu, 29 Juni 2024 | 13:38 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz menjelaskan pentingnya berdoa minta petunjuk.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa;  Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattiba’ah. Wa arinal batila batila warzuqnajtinabah.

Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya.

’’Serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan aku untuk menjauhinya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (26/6).

Doa diatas sarat makna dan sangat manfaat.

Makna doa tersebut; Hamba yang mengucapkannya memohon kepada Allah SWT agar diberi taufik untuk mengenal kebenaran dan pendapat yang benar dalam semua permasalahan yang diperselisihkan oleh banyak orang.

Dan berbagai hal baru yang dialami seorang hamba dalam kehidupannya.

Serta memohon kepada Allah SWT agar memberinya kemampuan untuk mengikuti kebenaran dan tegar memegangi kebenaran.

Hamba tersebut juga memohon kepada Allah SWT agar memberinya taufik untuk melihat kebatilan sebagai kebatilan dan kesesatan serta memberinya kemampuan untuk menjauhinya.

Seperti syair: Aku mengenal kejelekan bukan untuk mempraktikkannya, akan tetapi untuk menjaga diri darinya.

Baca Juga: Binrohtal, Harta dan Ilmu

Siapa saja yang tidak mengenal kejelekan maka dia akan terjerumus ke dalamnya.

Allah SWT memerintahkan kita untuk memohon hidayah meniti jalan yang lurus kepada-Nya dalam setiap salat.

Dalam Fatihah kita menyatakan; Ihdinas siratal mustaqim. Ya Allah tunjukkanlah jalan yang lurus.

Dalam doa iftitah salat malam Nabi berdoa; Ya Allah berilah aku petunjuk untuk mengetahui kebenaran dalam hal-hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu.

Sesungguhnya engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki untuk menuju jalan yang lurus.

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi; Wahai hamba-hambaku kalian semua adalah sesat kecuali yang Kuberi petunjuk maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberi hidayah kepada kalian.

Dalam diri manusia terdapat nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan.

Sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf 53.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Ustad Yusuf menjelaskan, ada orang yang tidak mau mendengarkan nasihat kebenaran.

Ada orang yang mau mendengar kebenaran, namun tidak mau mengikuti kebenaran.

Ada orang yang sudah tahu batil, tapi tetap dilakukan. Sudah tahu korupsi dan menyuap haram, tapi tetap dilakukan.

Baca Juga: Binrohtal, Zikir Membangun Jiwa, Menguatkan Fisik dan Membuat Ingatan Tidak Mudah Lupa

’’Kita berdoa dijauhkan dari seperti itu,’’ ungkapnya.

Karena mereka itu termasuk golongan yang tidak mencari kebenaran.

’’Melainkan mencari benere dewe,’’ tegasnya.

Mereka termasuk golongan yang disebutkan dalam QS Annaziat 37-39.

Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.

Dengan doa yang diajari Nabi itu, kita ingin menjadi golongan penghuni surga. Sebagaimana disebutkan dalam QS Annaziat 40-41.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#doa #Jombang #makna #manfaat