Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Tradisi Tabaruk dengan Tahnik

Rojiful Mamduh • Kamis, 27 Juni 2024 | 12:33 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan tradisi tabaruk dengan tahnik.

’’Tahnik yakni memberikan makanan yang telah dikunyah orang saleh kepada bayi. Tahnik ini sunah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (25/6).

Harapannya yakni mengambil berkah dari orang saleh sehingga si bayi kelak menjadi orang saleh.

’’Salah satu sahabat yang melakukannya yakni Nu’mân bin Basyîr radiyallahu anhu,’’ terangnya.

Kala masih bayi, sang ibu, Amrah binti Rawahah radiyallahu anha, membawanya kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam untuk ditahnik.

Nabi mengunyah kurma. Setelah lembut, kemudian memberikannya kepada bayi Nu’man.

Nabi memberi kabar gembira kepada sang ibu bahwa putranya akan hidup dalam keadaan terpuji.

Pada masa khalifah Mu’âwiyah bin Abu Sufyân, Nu’mân bin Basyîr ditunjuk menjadi gubernur kota Kufah.

Dia sempat menjadi hakim di Damaskus. Kemudian memimpin kota Homs.

Nu’mân dijuluki sebagai al-amîr al-‘âlim (seorang gubernur yang ahli ilmu).

Baca Juga: Binrohtal, Resep Penangkal Stres

’’Di antara nasihat Nu’man; Termasuk jebakan setan adalah mudah menceritakan anugerah Allah SWT kemana-mana,’’ jelasnya.

Senang menceritakan anugerah yang diberikan Allah SWT bisa membuat orang lain tidak senang alias hasud.

Pandangan orang yang hasud maupun pandangan orang yang takjub bisa menyebabkan penyakit ain.

Nabi bersabda; Penyakit ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa.

Penyakit ain yakni penyakit yang disebabkan oleh pandangan.

Baik pandangan hasud maupun pandangan takjub. Orang yang kena penyakit ain bisa jatuh sakit.

Agar tidak kena penyakit ain, orang yang kagum pada keadaannya atau hartanya atau pada anaknya, hendaknya mengucapkan masya Allah la quwwata illa billah.

Sebagaimana diajarkan dalam QS Al Kahfi 39.

Nu’man juga sering menyampaikan pentingnya rendah hati.

Nabi bersabda; Orang yang tawaduk akan ditinggikan oleh Allah SWT. Sebaliknya, orang yang sombong akan dihinakan.

Dia juga menasihati pentingnya orang tua mengajari anak membaca Fatihah.

Karena Fatihah selalu dibaca dalam salat.

Sehingga tiap sang anak baca Fatihah maka orang tuanya yang mengajari dapat kiriman pahala. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#masjid #Binrohtal #polres #tahnik #Jombang #tradisi