JombangBanget.id – Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang nyate bersama, Senin (17/6).
Tradisi setiap Idul Adha ini dilakukan karena mereka tak pulang kampung.
Semua dilakukan santri mulai menyiapkan bumbu, arang, tungku, tusuk sate hingga kecap dan bumbu lainnya.
M Adam, 16, salah satu santri asal Gresik mengatakan, nyate bareng di Ponpes Tebuireng, Jombang selalu diikuti setiap tahun.
Hanya sekali libur saat pandemi Covid-19.
Bagi dia, nyate bareng juga merupakan hiburan setelah mengikuti jadwal ujian di pondok dan sekolah yang super padat.
”Ya ini bersama teman-teman, daging sate dimakan bersama,’’ katanya.
Ia dan santri lainnya memang sengaja tidak pulang karena sekalian menunggu libur sekolah 24 Juni mendatang.
Terpisah, Mundzir Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Lukman Hakim mengatakan, ada sekitar 4.000 santri yang mengikuti nyate bareng.
"Santri di hari-hari ini ada hiburan, nyate bareng. Itu sebagai simbol kebersamaan santri Tebuireng,’’ ungkapnya.
Dalam momentum Idul Adha kali ini, pihak pondok menerima 27 ekor sapi dan 7 ekor kambing dari sejumlah tokoh.
Mulai menteri, mantan gubernur, jajaran pemerintah hingga wali santri.
”Kita salurkan daging kurban itu terutama kepada santri kurang lebih 5.000 dan kepada masyarakat sekitar sebanyak 5.000 kantong. Juga termasuk guru dan karyawan di Tebuireng," pungkas Lukman. (ang/bin)
Editor : Ainul Hafidz