JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh PP Putri Tebuireng, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya menyiapkan bekal akhirat.
’’Bekal akhirat yang terpenting adalah niat, amal saleh dan ikhlas,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (6/6).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menasihati Abu Dzar al-Ghifari; Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena lautan itu sangatlah dalam.
Ambillah bekal yang cukup karena perjalanan sangatlah jauh. Ringankanlah beban bawaanmu karena lereng bukit sangatlah sulit dilalui.
Dan ikhlaslah dalam beramal karena Allah Maha Teliti.
Pertama, memperbarui niat. Sebagai nakhoda, hendaknya memastikan kapal dalam kondisi prima.
Begitupun dengan niat, karena niat merupakan kunci dari setiap amal.
Hendaknya kita meluruskan niat, menyusun rencana dengan baik, dan meneguhkan langkah kita hanya untuk meraih rida Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS Albaqarah 207.
Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk meraih rida Allah SWT dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
Kedua, mempersiapkan bekal amal terbaik. Takwa merupakan bekal terbaik.
Baca Juga: Binrohtal, Berkurban Dapat Menjadi Media Meraih Ketakwaan
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 197. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
Bekal itu bukan popularitas, jabatan, istri, harta, dan yang semacamnya.
Siapa saja yang tidak memiliki bekal akhirat, mereka akan menyesal.
Sebagaimana disebutkan dalam QS al-Fajr 24.
Penghuni neraka berkata; Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.
’’Jadi bekal untuk akhirat itu adalah amal saleh,’’ tegas Gus Fahmi.
Ketiga, tidak terlena dengan kehidupan di dunia.
Makin banyak barang bawaan, akan makin berat pula beban yang akan ditanggung.
Ibarat masuk supermarket, semakin banyak barang yang kita ambil, maka kita akan semakin lama di kasir.
Umur, kesehatan hingga harta kita semuanya akan dihisab. Bahkan harta akan dihisab dua; Bagaimana memperolehnya dan bagaimana mempergunakannya.
Semakin banyak harta, maka akan semakin berat dan lama hisab kita.
Saking beratnya hisab, sampai-sampai di akhirat nanti banyak yang berharap jadi debu, sehingga tak perlu menghadapi hisab.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Annaba 40.
Baca Juga: Binrohtal: Pentingnya Niat Melaksanakan Haji
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:
’’Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.’’
Keempat, ikhlas dalam beramal. Hendaknya, setiap dari kita memurnikan segala perbuatan yang kita lakukan hanya untuk meraih rida Allah SWT.
Karena hanya ikhlas itulah yang membuat amal kita bernilai dihadapan Allah SWT. Amal ibarat jasad, ikhlas ibarat ruh. Tanpa ruh, jasad tidak akan hidup.
Tanpa ikhlas, amal tidak akan bernilai. Sebagaimana disebutkan dalam QS Azzumar 2.
Maka sembahlah Allah dengan ikhlas memurnikan ketaatan kepada-Nya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz