Jombangbanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (3/6), KH Lukman Hakim Tambakberas, menjelaskan keutamaan hari Arafah. ’’Hari Arafah 9 Dzulhijjah adalah hari paling banyak Allah SWT mengampuni manusia dan membebaskan dari neraka,’’ tuturnya.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah. Dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?
Pada hari Arafah, para jamaah haji melaksanakan wukuf. Ini merupakan puncak ibadah haji. Gambaran ketika manusia dibangkitkan dari kematian pada hari kiamat nanti.
Wukuf di Arafah dilakukan diatas bukit yang bernama Jabal Rahmah. Berada di bagian timur padang Arafah di Kota Makkah. Jabal berati sebuah bukit atau gunung, sementara rahmah berarti kasih sayang. Bukit ini diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa ketika diturunkan di bumi.
Semua dosa orang yang wukuf diampuni. ’’Kok sampai ada orang wukuf di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah masih ragu diampuni dosanya apa tidak? Itu malah berdosa,’’ tegasnya. Harus yakin semua dosanya diampuni.
Makanya orang selesai melaksanakan ibadah haji bersih dari dosa dan doanya dikabulkan. Diumpamakan seperti bayi baru lahir. Makanya Nabi bersabda; Haji yang mabrur itu tidak ada balasan yang utama kecuali surga. Sebab surga itu bagi orang yang bersih.
Nabi bersabda; Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak anugerah kepada orang-orang yang wukuf di Arafah seraya membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berfirman : ’’Wahai para malaikatku, lihatlah kepada para hambaku yang lusuh penuh dengan debu, mereka menghadap kepadaku dari segala penjuru yang jauh. Maka aku saksikan kepada kalian bahwa aku telah mengabulkan doa mereka, memberikan harapan mereka, mengubah orang yang berlaku buruk menjadi berlaku baik. Dan aku telah memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik segala yang mereka minta kepadaku selain hal-hal yang masih bersangkutan di antara mereka.
Nabi bersabda; Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia.
Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga para Nabi sebelumku: La ilaha illallahu wahdahu la syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa ala kull syai'in qodir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya).
Pada hari Arafah itu, setan merasa sakit yang sangat serta merasakan kerugian yang sangat besar. Sebab telah lama ia menjerumuskan manusia, malah diampuni dosa mereka. Rasulullah bersabda : Tidak ada hari di mana setan tampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar.
Pada hari Arafah 9 Dzulhijjah, orang yang tidak haji dianjurkan berpuasa. Nabi bersabda; Puasa hari Arafah bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto