Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Menyesal Kehilangan Ibadah

Rojiful Mamduh • Sabtu, 25 Mei 2024 | 15:35 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang, Gus As'ad Nawawi Alhafiz, menjelaskan pentingnya mengisi hidup dengan ibadah.

’’Kita boleh menyesal kehilangan harta. Tapi harus lebih menyesal kehilangan ibadah,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (22/5).

Tujuan manusia diciptakan hanyalah untuk ibadah. Sebagaimana disebutkan dalam QS Azzariyat 56.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

’’Misalnya ketinggalan tidak mengikuti majelis ilmu seperti ini, kita harus menyesal,’’ terangnya.

Apalagi pahalanya sangat besar.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Menghadiri majelis ilmu, majelis salawat atau majelis zikir satu jam, pahalanya seperti salat sunah seribu rakaat.

Seperti menjenguk seribu orang sakit. Juga seperti takziah seribu jenazah.

Alkisah, Sayidina Umar bin Khattab suatu hari pergi ke kebun kurma miliknya.

Ketika pulang, ia mendapati sejumlah orang telah rampung menunaikan salat Asar.

Umar langsung berucap, ’’Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, aku ketinggalan shalat jamaah!’’

Baca Juga: Binrohtal, Orang yang Mengutamakan Rida Allah SWT akan Mendapat Anugerah di Dunia dan Akhirat

Khalifah kedua ini menyesal lantaran tak sempat menunaikan salat jamaah Asar.

Sebagai pelunasan atas rasa bersalahnya, ia pun melontarkan sebuah pengumuman di hadapan para sahabat lainnya.

’’Saksikanlah, mulai sekarang aku sedekahkan kebunku untuk orang-orang miskin,’’ ujarnya.

Umar merelakan kebun lepas dari kepemilikannya, sebagai kafarat atas keterlambatannya melaksanakan satu kali salat jamaah.

Kisah lainnya, Ubaidillah bin Umar Al-Qawariry bercerita. Aku tak pernah tertinggal salat jamaah di masjid.

Seumur-umur aku selalu melakukan salat wajibku di masjid dengan berjamaah.

Sampai suatu ketika, aku kedatangan seorang tamu yang membuatku terlambat salat Isya’.

Saat tamu itu pergi, aku berusaha mendatangi beberapa masjid barangkali masih ada yang belum menunaikan salat Isya’.

Namun ternyata, semua masjid telah selesai berjamaah dan telah dikunci.

Aku sangat menyesalinya. Baru kali ini aku tak salat berjamaah. Teringat hadits Rasul; Salat berjamaah itu 27 derajat lebih baik dari salat sendirian.

Maka malam itu juga aku melakukan salat Isya’ 27 kali untuk mengganti salat jamaahku yang hilang.

Saat tidur malam harinya, aku bermimpi. Aku mengendarai kuda bersama sekumpulan orang.

Mereka begitu cepat mengendarai kudanya hingga jauh mendahuluiku.

Baca Juga: Binrohtal, Doa Orang Tua Lebih Utama, Dibanding Karomah Seribu Wali

Aku berusaha untuk mengejarnya namun tak pernah bisa.

Salah satu dari mereka menoleh kepadaku seraya berkata, ’’Hai Ubaidillah, kau tak akan pernah bisa mengejar kami.’’

’’Mengapa?’’ tanyaku. Orang itu menjawab, ’’Karena kami melakukan salat Isya’ berjamaah, sedangkan kamu tidak.’’ (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#ibadah #masjid #Binrohtal #polres #Jombang #kehilangan #Menyesal