JombangBanget.id – Sejumlah warga Dusun Grobogan, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang mengeluhkan bau busuk salah satu pabrik bulu ayam.
Bahkan, bau busuk ini dirasakan hampir setahun berjalan, dan sampai sekarang tak tertangani.
“Kondisi ini sudah sejak Agustus 2023 lalu, kami cuma tidak mau ada bau menyengat dan menganggu,” keluh Rusman salah seorang warga sekitar saat menyampaikan unek-uneknya di Balai Desa Karangpakis, Jumat (17/5) siang.
Ia dan warga lainnya mengutarakan kekesalannya atas penderitaan yang mereka rasakan selama setahun terakhir.
Belum lagi, upaya pembungkaman yang dilakukan pihak perusahaan dengan mendatangkan sejumlah karyawan pabrik kepadanya.
“Saya tidak mau menutup pabrik, saya terimakasih ada warga bisa kerja. Tapi baunya tolong diatur,” lontarnya dengan nada tinggi.
Rusman menyebut telah dua kali mendatangi pabrik dalam beberapa minggu terakhir.
Tujuannya, untuk menanyakan kejelasan penanganan bau busuk menyengat yang diakibatkan pabrik.
Terlebih, ada kesepakatan untuk mengurangi bau busuk menyengat, sejak Oktober 2023 lalu.
“Tapi waktu didatangi bilangnya management baru, terus bilang tidak tahu, lha ini apa fungsinya perjanjian yang lama,” tanya dia.
Ungkapan serupa juga dilontarkan Farida, perwakilan warga yang lain.
Baca Juga: Sekdakab Jombang Minta Pembangunan Pabrik Pupuk Ilegal Caplok JUT di Mojoagung Berhenti
Ia juga mengeluhkan dampak bau yang ditimbulkan operasional pabrik selama setahun terakhir.
“Maaf pak, rumah saya di Grobogan, jarak dari pabrik sekitar 1,5 kilometer, di depan Kantor Kecamatan Kabuh, dan memang masih sangat merasakan bau,” ungkapnya.
Sebenarnya, dia tak mempermasalahkan keberadaan pabrik bulu ayam di tempatnya.
Terlebih, selama ini menyerap tenaga kerja lokal.
“Cuma ya memang bau yang ditimbulkan, dan bisa tiga kali sehari di rumah saya yang jaraknya jauh. Gimana yang jaraknya dekat,” tambah Farida.
Keluhan itu juga diamini Kepala Desa Karangpakis Joko Risdianto.
Ia sama sekali tak menampik keluhan yang dirasakan warganya selama setahun terakhir.
“Kalau bau yang sangat menyengat memang ada, tidak mengada-ada,” terangnya.
Apa yang dirasakan dan dikeluhkan warganya memang terjadi hampir setahun belakangan ini.
“Bau yang sampai bikin mual itu kan tidak bisa ditahan, karena itu lewat mediasi ini kami berharap ada solusi nanti,” pungkas Joko. (riz/bin)
Editor : Ainul Hafidz